Sabtu, 16 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Politik

Anggota Panwaslu Bakal Ditambah jadi Lima Personel

Jumat, 24 Nov 2017 18:24 | editor : Ali Mustofa

PENGAWAS PARTISIPATIF: Ketua Bawaslu RI Abhan Misbah dan Ketua Bawaslu Jateng Fajar Subkhi (kanan) saat sosialisasi di Hotel Griptha kemarin.

PENGAWAS PARTISIPATIF: Ketua Bawaslu RI Abhan Misbah dan Ketua Bawaslu Jateng Fajar Subkhi (kanan) saat sosialisasi di Hotel Griptha kemarin. (AGUS SULISTIYANTO/RADAR KUDUS)

KOTA – Jumlah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) bakal tidak tiga personel lagi. Direncanakan ada penambahan. Rencananya ditambah dua, sehingga ada lima personel.

Ketua Bawaslu RI Abhan Misbah mengatakan, saat ini tugas Panwaslu dobel, termasuk pengawasan tahapan pemilu 2019. Usai pilkada serentak akan dilakukan pembentukan panwaslu kembali. ”Namun untuk enam panwaslu yang saat ini ada kekhususan,” katanya kemarin.

Sesuai aturan terbaru ada penambahan dua personel lagi. Nantinya akan ada rekrutmen ulang. Khusus, tiga panwaslu yang ada saat ini dan tiga calon pergantian antarwaktu (PAW) tidak perlu mendaftar ulang.

Mereka hanya perlu mengikuti tes psikologi. ”Enam orang yang ada bukan langsung ditetapkan, tetap bersaing dengan pendaftar baru,” terangnya.

Penambahan tersebut akan dilakukan mulai April 2018 dan maksimal Agustus 2018 sudah dilantik. Proses seleksi nantinya dilakukan terbuka. Pendaftar mengikuti semua proses, mulai seleksi administrasi, tes tertulis, wawancara hingga tes psikologi. ”Aturan terbaru harus ada tes psikologi. Sebelumnya tidak ada,” ujarnya.

Sementara itu, Bawaslu Jawa Tengah memiliki pengawas pemilu kecamatan di 503 kecamatan di Jawa Tengah. Pengawas tingkat desa akan dibentuk Januari mendatang.

Ketua Bawaslu Jateng M Fajar Subkhi mengatakan, pembentukan panwascam di 503 kecamatan sudah dibentuk. ”Panwascam dibentuk lebih awal karena tahapan sudah dimulai,” katanya saat Sosialisasi Pengawasan Pemilu Gubernur, Bupati dan Walikota 2018 di Hotel Griptha Kudus kemarin.

Dia menambahkan, selepas pengawas di tingkat desa terbentuk, akan dibentuk lagi pengawas di tingkat tempat pemungutan suara (TPS). Pengawas di tiap TPS dibentuk H-3 pencoblosan.

Untuk berapa pengawas, jelasnya, ditentukan jumlah TPS. Pihaknya akan menyiapkan petugas pengawas sesuai jumlah TPS.

Selain itu, pihaknya masih membutuhkan pengawas partisipatif dari masyarakat. Pengawas ini bisa dari organisasi maupun pribadi. Partisipasi ini untuk menjaga hak pilih warga.

(ks/lis/ris/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia