Kamis, 14 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Salah Sasaran, Sebelas Pelajar Akui Bacok Korban Pakai Sajam

Jumat, 24 Nov 2017 08:34 | editor : Ali Mustofa

TEMUI TITIK TERANG: Petugas meminta keterangan 11 pelajar asal Desa Baturejo, Sukolilo, yang diduga sebagai pelaku pembacokan kemarin.

TEMUI TITIK TERANG: Petugas meminta keterangan 11 pelajar asal Desa Baturejo, Sukolilo, yang diduga sebagai pelaku pembacokan kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

PATI – Petugas Mapolsek Sukolilo terus mendalami peristiwa pembacokan yang dialami Yoga Wijaya Risky, 15, remaja asal Desa Kedumulyo, Sukolilo. Ada 11 siswa yang telah diinterogasi di polsek didampingi guru BK masing-masing. Dari belasan siswa itu, sebagian sudah mengakui ikut mengeroyok korban.

Seperti diketahui, pelajar asal Desa Kedumulyo, Sukolilo, dibacok sajam segerombol orang saat berteduh dari hujan di jalan Kayen-Sukolilo Selasa (21/11) malam sekitar pukul 21.00. Segerombolan pemuda yang berjumlah 10-an orang itu terpengaruh alkohol.

Saat melewati korban, salah satu pelaku mendekati korban dan bertanya dari mana korban berasal. Namun korban tidak menjawab. Lalu tiba-tiba pelaku lainnya yang memakai penutup muka turun dari motor sambil mengeluarkan alat jenis pedang. Korban pun dibacok hingga mengalami sejumlah luka sabetan di tubuhnya.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Sukolilo Iptu Supriyono mengatakan, saat ini masih menyelidiki kasus tersebut. Ada 11 siswa SMP-SMA yang sudah diinterogasi pihak kepolisian. Sebagian siswa itu sudah mengakuinya. Sedangkan masih ada beberapa siswa lainnya yang sekarang ini masih diselidiki.

Karena pada saat didatangi di sekolah, siswa itu tidak masuk, pihaknya akan kembali meminta keterangan pemuda lainnya yang diduga terlibat. Rencananya akan dipanggil hari ini (24/11). ”Kami masih belum menyimpulkan karena belum semua dimintai keterangan. Belum diketahui apakah akan berdamai atau seperti apa,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan beberapa pemuda yang ikut mengeroyok korban, sebelum melakukan pembacokan, segerombol pemuda itu telah berkumpul di Desa Baturejo sambil minum miras yang dioplos sendiri dari campuran alkohol dan jamu. Setelah minum-minuman, mereka sepakat untuk datang ke lokasi Meron di Sukolilo.

Perginya ke lokasi Meron itu sekaligus mencari lawannya, pemuda dari Desa Kedumulyo. Para pemuda itu berangkat memakai penutup cadar dan ada yang sudah membawa senjata tajam berboncengan menggunakan enam unit sepeda motor. Namun saat di lokasi Meron ada patroli polisi yang standby di Pertigaan Sukolilo.

Para pelaku memutar balik kanan menuju arah Desa Kedumulyo barangkali menemukan lawan-lawan mereka. Sesampainya di jalan Desa Kedumulyo, kelompok pelaku melihat korban  yang sedang berteduh berdua di depan toko bangunan.

”Para pelaku ini kemudian mendekati korban dan menganiaya. Karena sudah terpengaruh dengan alkohol, mereka kalap. Mereka asal menganiaya korban menggunakan sajam sehingga mengalami luka-luka. Para pelaku salah sasaran menganiaya korban,” ungkap Supriyono. 

(ks/put/lil/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia