Kamis, 14 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Blora

Beradu Skill dalam Festival Dalang Remaja Se-Jawa

Kamis, 23 Nov 2017 10:09 | editor : Ali Mustofa

BAKAT MUDA: Dalang Igo Ilham Sampurno dari Blora membawa lakon Bismo Gugur saat pentas pada Festival Dalang se-Jawa kemarin.

BAKAT MUDA: Dalang Igo Ilham Sampurno dari Blora membawa lakon Bismo Gugur saat pentas pada Festival Dalang se-Jawa kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

 KOTA – Lima belas dalang remaja meriahkan Festival Dalang Remaja se-Jawa di Pendapa Kabupaten Blora mulai kemarin hingga hari ini. Tujuan kegiatan yang diprakarsai Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Blora ini, sebagai upaya mewadahi bakat-bakat dalang muda dalam, sehingga menjaga kelestarian wayang kulit. Selain itu, juga sebagai wahana peningkatan mutu pertunjukan wayang.

Ketua panitia Sukarno mengungkapkan, dengan digelar festival ini, diharapkan muncul kreativitas, pembaharuan, dan penyegaran pada setiap pergelaran wayang kulit. Namun, tetap tidak mengurangi nilai dan bobot yang terkandung di dalamnya.

Laki-laki yang juga ketua Pepadi Kabupaten Blora menjelaskan, festival ini mengandung tujuan mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya. Selain itu, mengembangkan daya cipta dan kreativitas seniman serta menggairahkan dan memupuk bakat kalangan remaja pada pertunjukan wayang.

”Dalam cerita wayang itu kan tercermin pendidikan moral, petuah, dan filsafat. Jadi, wayang itu juga bisa menjadi pembelajaran,” tegasnya.

Sukarno menuturkan, Festival Dalang Remaja se-Jawa ini digelar juga sebagai wahana kompetisi. Sehingga bersifat edukatif, komunikatif, kompetitif, dan apresiatif. ”Melalui even ini, kami berharap peserta dapat bersaing dengan sehat. Sehingga menjadi pembelajaran sportivitas dalam berlomba,” harapnya.

Dalam festival ini, diikuti 15 peserta dari enam kota. Meliputi dalang dari Blora, Kendal, Solo, Sragen, Ngawi, dan Karanganyar. Kemarin delapan dalang remaja sudah tampil. Sedangkan yang lainnya, akan tampil hari ini. ”Masing-masing peserta diberikan waktu tampil selama 45 menit,” ujarnya.

Delapan dalang yang kemarin tampil, Igo Ilham Sampurno asal Blora yang mengangkat Bismo Gugur, Raditya Widiyatmoko dengan lakon Dewo Ruci (Blora), Mayricko Kukuh Adam Belmiro membawakan Katotkoco Kolojoyo (Blora), Dalang Dimas Panjalu yang membawa lakon Bimo Suci (Ngawi), Mujahid Bintang membawa lakon Gatot Kaca Gugur (Ngawi), Wahyu Yoga  Ari Respati dengan lakon Wirotho Parwo (Ngawi), Bayu Aditya Hermawan dengan lakon Basukarno (Ngawi), dan Yogi Dwi Octavianta dengan lakon Wahyu Topengwojo.

Selanjutnya, hari ini dalang yang tampil, masing-masing Dalang Agung Budi Dewantoro (Ngawi), Wahyu Bimantoro dengan lakon Bilowo Rangsang (Blora), Bayu Wijanarko membawakan lakon Dewa Ruci (Sragen), dalang asal Kendal, Suryo Aji Anggoro lakon Kongloseno (Blora), Canggih Triatmojo Krisno dengan lakon Adon-adon Rojomolo (Karanganyar), dan Setyo Pringgo TW lakon Polguno Polgunadi (Solo).

Untuk penilaian, Sukarno mengaku, semua aspek dinilai. Mulai dari penguasaan alur cerita atau lakon, sulukan dan dhodhogan, bahasa dan sastra, sabet dan cepengan, serta sangit.

Bupati Djoko Nugroho mengapresiasi pelaksanaan Festival Dalang Remaja se-Jawa ini. Dia menuturkan, jika diberi pilihan, Blora maju dengan budaya atau industri, dia lebih memilih maju dengan budaya. Sebab, menurutnya budaya merupakan jati diri yang harus terus dilestarikan demi kemajuan bersama.

”Ini acara yang bagus untuk mengasah kemampuan anak-anak dalam melestarikan budaya yang adiluhung ini,” ujarnya. 

(ks/sub/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia