Kamis, 14 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Blora

BPN Bakal Sertifikatkan 44 Ribu Bidang Tanah

Rabu, 22 Nov 2017 08:45 | editor : Ali Mustofa

IMBAU PERCEPATAN SERTIFIKAT: Bupati Djoko Nugroho memaparkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Gedung Sasana Bhakti kemarin.

IMBAU PERCEPATAN SERTIFIKAT: Bupati Djoko Nugroho memaparkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Gedung Sasana Bhakti kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

KOTA – Untuk mempercepat terwujudnya pendaftaran tanah, khususnya di Kabupaten Blora, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Blora menggelar sosialisasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Gedung Sasana Bhakti kemarin. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 190 Pasal 19 Ayat 1.

Ratusan kepala mengikuti acara ini. Tujuannya untuk memaksimalkan pelaksanaan program di lapangan. Dalam pertemuan tersebut, juga membahas tentang pendaftaran tanah sistematis lengkap yang akan dilaksanakan.

Kepala BPN Blora Mujiono mengaku, banyak manfaat yang bisa didapatkan dari pelaksanaan program ini nantinya. Salah satunya, basis data pertanahan yang lengkap dan berintegrasi (peta tunggal) dengan data lain. Jadi bisa menunjang pembangunan di Kabupaen Blora.

Dia menjelaskan, meski dibiayai APBN, namun masyarakat masih dibebani beberapa biaya. Mulai dari materai dalam surat-surat tanah dan pernyataan penguasaan tanah. Tak hahanya itu, juga biaya perolehan hak tanah dan bangunan yang merupakan pajak terhutang, biaya pembuatan akta tanah, pemberkasan, saksi-saksi, berita acara, dan tanda batas (patok).

Sementara untuk yang dibiayai oleh pemerintah adalah penyuluhan, pengumpulan data atau alat bukti, pengukuran bidang tanah, pemeriksaan tanah, serta penerbitan SK hak/pengesahan data fisik dan yuridis. Selain itu, penerbitan setifikat, supervisi, dan pelaporan.

”Karena program PTSL ini yang diutamakan kelengkapan data administrasi, maka tidak butuh waktu 60 hari pengumumannya. Hanya butuh waktu 14 hari. Data lengkap, diukur dan diumumkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho menjelaskan, acara ini sangat penting. Sebab, merupakan kesempatan baik bagi warga Blora agar mempunyai sertifikat tanah. ”Blora bisa menjadi baik atau tidak, tergantung desanya,” jelasnya.

Kokok -sapaan akrab Djoko Nugroho- menjelaskan, setiap kebijakan untuk kepentingan rakyat. ”Untuk menyejahterakan rakyat. Seperti soal penyertifikatan tanah ini, harus bermanfaat dan menyejahterakan rakyat,” jelasnya.

Dia menambahkan, 44.000 ribu bidang tanah yang dibebankan BPN bukan angka yang sedikit. Sebab, angka tersebut dua kali lipat dari program Prona yang jumlahnya hanya 25 ribu bidang tanah. ”Tolong segera didata masyarakat yang menginginkan tanahnya disertifikatkan. Sebab, sertifikat itu penting,” tegasnya. 

(ks/sub/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia