Sabtu, 16 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Blora

Pemkab Bakal Bantu 1.000 Komputer untuk Pelaksanaan UNBK

Rabu, 22 Nov 2017 08:38 | editor : Ali Mustofa

SEMUA KECAMATAN: Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Wardoyo menunjukkan peta sebaran sekolah menurut zona pelaksanaan UNBK 2017 jenjang SMP di Blora dari Kemendagri kemarin.

SEMUA KECAMATAN: Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Wardoyo menunjukkan peta sebaran sekolah menurut zona pelaksanaan UNBK 2017 jenjang SMP di Blora dari Kemendagri kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

 KOTA – Simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP tahap pertama Kabupaten Blora berjalan dengan lancar. Selain itu, tahun ini juga lebih banyak lagi sekolah yang melaksanakan secara mandiri.

Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Wardoyo mengungkapkan, tahun depan pemkab melalui Dinas Pendidikan akan membantu 1.000 komputer untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan komputer untuk pelaksanaan UNBK.

Meski belum mencukupi semuanya, dia berharap, bantuan tersebut dapat membantu sekolah dalam mensukseskan UNBK tersebut. ”Laporan yang saya terima semua lancar dan sukses. Ini (kemarin, Red) hari kedua simulasi UNBK tingkat SMP,” jelasnya di ruang kerjanya kemarin.

Wardoyo mengaku, tahun ini bakal bisa mengulang kesuksesan dalam pelaksanaan UNBK serentak dan 100 persen. Apalagi Blora termasuk menjadi daerah yang dijadikan percontohan kabupaten lain. ”Seribu komputer tersebut akan diberikan sesuai dengan pemetaan sekolah yang ada,” jelasnya.

Dia mengaku, karena tahun ini ada rasionalisasi sekitar Rp 4 miliar, sehingga bantuan komputer harus dikurangi. Padahal dengan Rp 4 miliar tersebut, setidaknya bisa mendapatkan 1.000 komputer lagi. ”Ya mau bagaimana lagi, kami manfaatkan apa yang ada dulu dengan maksimal. Ini adalah sebagai bentuk apresiasi kepada sekolah yang mendukung UNBK tahun lalu,” jelasnya.

Dia mengaku, sekolah yang bakal menjalankan UNBK mandiri juga akan bertambah banyak. Sebab, apabila dihitung-hitung, lebih simpel dan nyaman menjalankan UNBK mandiri.

”Mereka (sudah mandiri, Red) sudah agak tenang dibanding yang bergabung tahun lalu. Sebab, mereka masih memikirkan untuk bagaimana caranya bisa mandiri. Pada menyesal bergabung dengan sekolah lain,” terangnya.

Dia juga mengapresiasi bagi sekolah yang melaksanakan UNBK secara mandiri. Meski serba keterbatasan, namun terus berupaya untuk mampu mandiri. Apalagi yang ada di tengah hutan dan pelosok.

Dia memperkirakan, simulasi kedua lebih banyak lagi sekolah yang mengikuti. Sebab, di tahap pertama belum semuanya siap. Ada yang baru mempersiapkan komputer, menata ruangan, melatih guru, dan lainnya.

Terpisah, Kepala SMPN 2 Blora Andreas menjelaskan, kemarin merupakan simulasi hari terakhir bagi anak didiknya. Semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada trouble apapun. ”Anak-anak juga sudah terbiasa dengan komputer. Apalagi tahun lalu kami sudah UNBK mandiri,” jelasnya. 

(ks/sub/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia