Kamis, 14 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Politik

Parpol Belum Serahkan Dokumen Perbaikan

Selasa, 21 Nov 2017 08:45 | editor : Ali Mustofa

EVALUASI:  Ketua Komisioner KPU Jepara M. Haidar Fitri  memaparkan penjelasan kepada tim penghubung partai politik di aula KPU kemarin.

EVALUASI:  Ketua Komisioner KPU Jepara M. Haidar Fitri  memaparkan penjelasan kepada tim penghubung partai politik di aula KPU kemarin. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

KOTA – Sampai kemarin belum ada partai politik yang menyerahkan dokumen perbaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara. Waktu perbaikan dan penyerahan dokumen hasil perbaikan diserahkan kepada KPU mulai 18 November sampai 1 Desember mendatang.

Sebelumnya, KPU telah menyerahkan dokumen administrasi keanggotaan partai politik pada Kamis (16/11) lalu.  Dari hasil penelitian dokumen, kesalahan parpol didominasi kelengkapan berkas yang belum sesuai salinan KTA atau e-KTP.

Ketua Komisioner KPU Jepara M. Haidar Fitri mengungkapkan, penelitian administrasi dilakukan dengan cara mencocokkan daftar nama anggota parpol yang tercantum dalam formulir dengan salinan KTA parpol dan E-KTP. ”Parpol yang merasa perlu penjelasan bisa segera dikomunikasikan dengan kami. Ketidaksesuaian data diaplikasi Sipol dengan Salinan KTA dan e-KTP bisa dijelaskan,” paparnya.

Ketidaksesuaian tersebut bisa dikarenakan salinan yang buram. Bisa juga NIK tidak sama dengan formulir cetak. Pihaknya sudah memiliki catatan kerja hasil penelitian.”Parpol bisa memanfaatkan layanan help desk KPU. Sehingga berkas perbaikan bisa dilakukan jauh-jauh hari sebelum batas akhir,” terangnya.

Dalam rapat koordinasi dengan parpol kemarin, tim penghubung Partai Amanat Nasional (PAN) Hariyanto menyampaikan kendalanya dalam perbaikan berkas. Dia mengatakan, terdapat anggota yang tidak memenuhi syarat karena data Sipol dan salinan tidak sesuai. Padahal sudah dicek E-KTP dan KTA pada salinan sudah jelas. “Ini perlu konfirmasi dengan KPU letak kesalahan berkas keanggotaan parpol kami,” ungkapnya.

Haidar menyampaikan perlu verifikasi lebih cermat. Baik parpol maupun KPU. Data dapat diketahui letak kesalahannya apabila parpol menyandingkan data yang sudah dikirim dengan aplikasi Sipol sebagai alat bantu. Parpol juga terus menjalin komunikasi dengan pengurus pusat masing-masing mengenai data Sipol. “Apabila masih belum bisa ditemukan, parpol bisa datang langsung ke KPU untuk koordinasi lebih lanjut,” tandasnya. (war)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia