Minggu, 17 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Features
Serdadu Laut yang Hobi Berkebun Durian

Miliki Puluhan Jenis Tanaman dari Seluruh Pelosok Indonesia

Selasa, 21 Nov 2017 08:40 | editor : Ali Mustofa

Edi Sulton

Edi Sulton (Dok. Pribadi)

Edi Sulton mengembangkan hobinya berkebun durian. Saat ini dia memiliki puluhan jenis tanaman durian. Ia kumpulkan dari berbagai pelosok negeri.

FEMI NOVIYANTI, Pecangaan

MUNGKIN sepintas tidak ada kaitannya antara laut dan kebun. Namun inilah dua hal berbeda yang dijalani Edi Sulton. Pria kelahiran Plajan Pakis Aji Jepara ini punya kegemaran berkebun dan berburu durian lokal dari berbagai daerah di Indonesia.

Edi menceritakan, hobi tersebut bermula ketika dia mempunyai sebatang pohon durian yang buahnya bagus. Pohon durian itu terpaksa dia jual ke pedagang kayu, karena terdesak kebutuhan.

Ia menyesal telah menjual pohon durian itu. Ia berusaha kembali memiliki tanaman durian. Edi kemudian membuat belajar memperbanyak dengan cara menyambung dan menempel durian.

Ayah dari tiga anak tersebut melanjutkan, dia mencoba mencari dan menemukan grup komunitas pecinta durian. Akhirnya dia bergabung dengan grup Maniak Durian di Facebook. Saat bertugas di perbatasan dia bertemu Kamarudin, salah satu pembibit tanaman buah di Pulau Sebatik perbatasan Indonesia - Malaysia.

Sambil bertugas, dia terus belajar. Laki-laki yang berdinas di kapal perang ini juga rajin berburu durian. Setiap singgah di daerah patrolinya, dia selalu menyempatkan diri mengunjungi teman sesama maniak durian.

Beberapa daerah yang disinggahinya di antaranya Banten, Semarang, Batang, Ungaran, Magelang, Purworejo, Bangka  kota Makassar, Palu, Balikpapan, Bogor, Ambon, Lampung, Medan, Banjarmasin, Banyuwangi, Solok hingga Jayapura. ”Sambil bertugas saya belajar berkebun dan berburu durian tiap daerah. Selain berburu, bisa menyambung tali silaturahim dengan teman teman yang sudah master. Mereka selalu membimbing dan mengajari saya. Sehingga saya tambah pengalaman,” kata pria kelahiran Jepara, 12 Februari 1979 ini.

Saat ini, laki-laki yang tinggal di RT 8/RW 2, Desa Ngeling, Kecamatan Pecangaan ini, sudah mengebunkan durian meski belum semua berbuah. Beberapa jenis durian yang dikebunkan yakni durian petruk, montong, chanee, sukun, pelangi, mapiara, lai, ajikuning, karantongan, musang king, dan durian tarmin asli Jepara. ”Serius berkebun durian sejak 2012,” tuturnya.

Disinggung mengenai tantangan yang dihadapinya, laki-laki yang berdinas di Koarmatim Surabaya ini menyatakan, terletak pada keunikan tanaman durian itu sendiri. "Kadang dengan pemupukan tapi kalau kita tidak tahu PH tanah, pupuk tidak bisa diserap tanaman. Ketika PH tanah sudah bagus bibit kurang sehat ya pohon kurang bagus juga.  Bibit, hama dan kondisi air juga harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Saat ini dia tak sekadar berkebun tetapi juga mulai melakukan pembibitan. Dia mempelajari cara pembibitan itu melalui sesama pecinta durian. ”Kami juga sering tukar menukar bibit buah durian terlebih saat saya tugas luar,” ujarnya.

Untuk memperdalam kemampuannya, dia juga aktif di paguyuban pecinta durian yang di dalamnya terdiri dari praktisi, akademisi, penangkar sampai penghobi durian. ”Jadi di sini saya semakin mudah mendapatkan beragam bibit dan mengembangkannya di lahan sendiri,” imbuh laki-laki yang juga hobi berkebun kurma ini.

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia