Sabtu, 16 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Pati

Depresi, Perempuan Paro Baya Tiga Kali Gantung Diri

Selasa, 21 Nov 2017 07:48 | editor : Ali Mustofa

OLAH TKP: Petugas Polsek Masrgoyoso olah TKP warga yang meninggal akibat gantung diri di Desa Tegalarum kemarin.

OLAH TKP: Petugas Polsek Masrgoyoso olah TKP warga yang meninggal akibat gantung diri di Desa Tegalarum kemarin. (DOK. POLSEK MARGOYOSO)

MARGOYOSO – Ngatini, 50, warga Desa Tegalarum, Kecamatan Margoyoso, diduga depresi. Akibatnya, perempuan paro baya ini pernah dua kali mencoba gantung diri. Di aksi yang ketiga, merenggut nyawanya kemarin (20/11)

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Margoyoso AKP Amlis Chaniago menuturkan, aksi Ngatini kali pertama diketahui salah satu keluarganya Ria, 25. Kemarin sekitar pukul 10.00 Ria pulang dari mengajar TK.

Dia masuk rumah kaget karena mendapati korban tergantung di kusen kamar belakang. Karena panik, Ria memotong tali yang menjerat tubuh korban sambil berteriak minta tolong. Namun, tidak ada yang mendengarkan. Lantas Ria keluar rumah dan meminta tolong kepada tetangganya.

Selanjutnya, dia dan beberapa tetangga mengecek denyut nadi tubuh korban. Ternyata korban sudah meninggal dunia. “Beberapa warga melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa dan ke Mapolsek Margoyoso. Petugas yang ke lokasi membawa tim medis dari Puskesmas Margoyoso II untuk memeriksa tubuh korban,” katanya kemarin.

Amlis menjelaskan, hasil dari tim medis yang dipimpin dr. Gandhi Hariyanto, korban murni meninggal karena gantung diri. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Ada luka jeratan pada leher akibat tali yang mengikat di leher korban.

“Berdasarkan keterangan keluarga, korban mengalami depresi. Sebelumnya pernah mencoba gantung diri dua kali, namun bisa diselamatkan. Kemudian percobaan gantung diri kali ketika ini, korban meninggal. Kemungkinan korban memilih gantung diri waktu kondisi sekitarnya sepi,” jelasnya. 

(ks/ris/put/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia