Minggu, 17 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Lebih Dikenal Suaranya daripada Orangnya

Senin, 20 Nov 2017 23:04 | editor : Ali Mustofa

TIFFANI UTAMI PUTRI

TIFFANI UTAMI PUTRI (DOK PRIBADI)

 LIMA tahun menjadi penyiar radio, memberi kesan tersendiri bagi Tiffani Utami Putri. Dia mengaku, awal mula jadi penyiar radio sejak kelas XII SMK PGRI Mejobo atau pada 2012 lalu.

Tiffani -panggilan nama udaranya- mengatakan, awal mula jadi penyiar radio karena ditawari teman. ”Dulu saya ditawari ikut teen broadcaster. Akhirnya iseng-iseng daftar dan bisa lolos ke tahap seleksi. Nah, seleksinya itu lewat polling SMS. Jadi, saya dikasih waktu untuk ikutan siaran selama satu bulan dan itu jadwalnya bergantian,” ujarnya.

Selama satu bulan tersebut, dari 10 peserta, dia lolos sebagai empat teen broadcaster yang diterima jadi penyiar. Dari tidak tahu tentang dunia siaran, lama-kelamaan cewek yang tinggal di RT 1/RW 3, Desa Tanjungrejo, Jekulo, Kudus, ini tertarik dan ketagihan siaran. Siaran pertama yang dibawakannya yaitu acara musik.

”Dari situlah saya merasa ada kepuasan tersendiri saat memutarkan lagu request dari kawula muda. Bahkan, siaran tersebut saya anggap sebagai hobi,” terang perempuan lulusan jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Muria Kudus (UMK), ini.

 Selain kesibukannya kuliah dulu, dia juga masih akif siaran. Ia pun diberi jadwal sendiri oleh produser. Tidak hanya membawakan acara musik, tapi juga mengisi siaran acara lain. Seperti acara yang kebanyakan pendengarnya bapak-bapak dan ibu-ibu. ”Namun, dengan begitu saya malah tambah pengalaman siaran. Alhamdulillah sekarang hobi saya ini menjadi hobi yang dibayar,” ujarnya.

Selama dirinya siaran di radio, dia pernah mengikuti pelatihan dasar broadcasting yang diadakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah pada 2016 lalu di Pati. ”Saya juga mendapat kesempatan ikut pelatihan jenjang menengah di Pekalongan,” terangnya.

Dari situ, dia mendapat banyak ilmu tentang penyiaran. ”Seru deh pokoknya. Saya bisa tambah teman dan tambah ilmu pula. Jadi penyiar itu asyik. Bisa muterin lagu pendengar. Dikenal orang banyak dengan suaranya, bukan orangnya,” kesan cewek yang bercita-cita jadi reporter dan presenter ini. (ela)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia