Kamis, 14 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Kudus

Undian Abal-abal Mengatasnamakan Whatsapp

Rabu, 25 Oct 2017 09:20 | editor : Ali Mustofa

PENIPUAN: Screenshoot pesan di Whatsapp dan website tentang undian berhadiah yang mengatasnamakan Whatsapp.

PENIPUAN: Screenshoot pesan di Whatsapp dan website tentang undian berhadiah yang mengatasnamakan Whatsapp. (RADAR KUDUS)

KUDUS –  Modus penipuan berkedok undian berhadiah saat ini marak tersebar. Salah satunya undian yang mengatasnamakan Whatsapp. Modus ini, disebar melalui Whatsapp.

Dalam pesan tersebut, tertulis bahwa PT Whatsapp Indonesia mengadakan undian. Pesan ini mengatakan, bahwa si penerima pesan memenangkan undian dengan hadiah utama mobil All New Avanza Velos. Sedangkan hadiah kedua, berupa Rp 75 juta.

Untuk meyakinkan, pesan itu dicantumkan nomor PIN undian dan tata cara pengurusan hadiah. Dicantumkan pula website www.ptwhatsapp.tk dan imbauan mengonfirmasi ke nomor pelayanan atas nama Indra Gunawan. Di akhir pesan itu, ditulis alamat Jalan Gatot Subroto Kav.57 No. 102, Jakarta Pusat, 12410 dan nomor HP 085756729062. Kemudian di bawahnya ditulis: Hormat Kami PT. WhatsApp Indonesia situs undian kami: www.ptwhatsapp.tk.

Saat Jawa Pos Radar Kudus membuka website yang tertera itu sekitar satu pekan lalu, memang benar adanya. Website yang didominasi warna hijau dengan background logo Whatsapp kecil-kecil dan banyak. Dalam website terdapat dua kolom. Kolom kiri lebih besar. Di bagian atas tertulis ”Welcom to:” dengan font besar warna cokelat. Di bawahnya tertulis GALERI PEMENANG PROMO WHATSAPP INC. Kemudian di bawahnya ada logo Whatsapp. Juga ada gambar-gambar hadiah beserta pemenang, termasuk asal kota pemenang dan code pin.

Sementara di kolom bagian kanan lebih kecil. Di situ, tercantum foto KTP marketing office PT Whatsapp dengan nama Indra Gunawan serta nomor HP. Juga ada berita televisi tentang undian tersebut. Selain itu, ada lokasi pembayaran.

Namun, saat Jawa Pos Radar Kudus kembali membuka website itu tadi malam, ternyata sudah diblokir. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kholid Seif mengatakan, undian tersebut abal-abal. Ada beberapa hal yang tak lazim. Mulai dari website yang digunakan tidak berbayar. Selain itu, pesan tersebut memakai nomor HP pribadi, bukan atas nama resmi Whatsapp.

 Dia menuturkan, undian abal-abal memang sering dikirim melalui media sosial dan pesan pribadi. ”Saat ini berita abal-abal begitu banyak beredar. Di antaranya melalui Whatsapp. Saya juga dapat. Warga harus cerdas menyikapi,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat agar waspada. Salah satunya mengcek website undian. ”Kalau masih ragu bisa hubungi pihak kepolisian,” jelasnya.

Terpisah, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengimbau kepada warga untuk berhati-hati dengan modus undian berhadiah. Jika mendapat pesan undian tidak usah menghubungi nomor tersebut. Terlebih memberikan data lengkap beserta nomor induk kependudukan (NIK). ”Cek website-nya dan laporkan ke kantor polisi,” imbuhnya.

(ks/mal/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia