Minggu, 17 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Dada dan Perut Korban Penusukan Dioperasi

Minggu, 22 Oct 2017 17:14 | editor : Ali Mustofa

PEMULIHAN: Ibu Korban Sri Wanut Intarona menjaga Lutfi Ahmad Ilyas yang tertidur di Ruang Immanuel RS Mardi Rahayu kemarin.

PEMULIHAN: Ibu Korban Sri Wanut Intarona menjaga Lutfi Ahmad Ilyas yang tertidur di Ruang Immanuel RS Mardi Rahayu kemarin. (FARUQ HIDAYAT/RADAR KUDUS)

 KUDUS - Lutfi Ahmad Ilyas, 16, korban penusukan di Jembatan Grobog, Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Pati, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu kemarin (21/10). Kondisi korban mulai membaik usai menjalani operasi.

Korban menjalani masa pemulihan. Kemarin warga Desa Wegil, Kecamatan Sulolilo, Pati itu tengah tertidur di atas ranjang pasien di Ruang Immanuel RS Mardi Rahayu. Dia dijaga kedua orang tuanya, Masrui, 39, dan Sri Wanut Intarona, 38 serta beberapa temannya. Di atas tempat tidur itu, sesekali ibunya mengelus kaki Lutfi.

Ayah korban Masrui mengaku, tidak menyangka putranya terlibat perkelahian hingga perujung penusukan. ”Saya baru setelah dikabari teman anak saya Kamis (19/10) sekitar pukul 20.00. Lalu, anak saya dilarikan ke mantri Desa Prawoto dan dirujuk ke klinik di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus. Karena luka terlalu parah, dirujuk ke RS Mardi Rayahu,” jelasnya.

Disinggung soal awal mula perkelahian korban dengan pelaku akibat cekcok di Facebook, Masrui tidak tahu persis. ”Saya tidak begitu mengawasi anak. Dari temanan bilang kalau awalnya ketemu saat kumpul terus berkelahi,” paparnya.

Kepala Wakil Kepala Ruang Imanuel Rs Mardi Rahayu Kristin mengatakan, pasien atau korban mulai dirawat di RS Mardi Rahayu Kamis (19/10) sekitar pukul 23.25. Korban mengalami luka sayatan di bagian pipi kiri, bahu kiri, lengan kiri, dada kiri, dan perut sebelah kiri.

Korban mengalami luka serius di bagian perut sebelah kiri. Kedalaman luka sekitar 2,5 cm dan di dada sekitar 2 cm. ”Kemarin (Jumat (20/10)) sekitar pukul 14.00 pasien dioperasi karena luka bagian perut dan dada,” katanya kemarin.

Dia melanjutkan, dada kiri pasien juga dipasang alat water seal drainage (WSD). Alat itu untuk megeluarkan cairan, udara, darah di paru-parunya. ”Sampai saat ini, kondisi pasien masih stabil. Kami selalu memantau perkembangannya,” ungkapnya.

Sementara itu, kasus penusukan ini diperkirakan diselesaikan secara kekeluargaan. Mengingat kasus ini melibatkan dua remaja di bawah umur. Mereka juga tinggal di Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo.

Kasatreskrim Polres Pati AKP Ari Sulistyawan melalui Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Riesti Anggia Nuraini menuturkan, kemarin pelaku yang berinisial AG, 17, sudah diperiksa di Mapolres Pati. ”Nantinya akan diupayakan diversi. Karena pelaku berusia di bawah umur. Hal ini berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak,” ungkapnya kemarin.

Ipda Anggi menambahkan, akan dipertemukan keluarga kedua belah pihak untuk berbicara menyelesaikan kasus ini. Nantinya ada pendampingan dari Dinas Sosial dan kepolisian.

”Selasa (24/10) rencananya kami panggil mereka untuk berbicara. Tetapi waktunya belum pasti jam berapa. Soalnya menunggu kesiapan waktu dari Dinas Sosial juga yang bakal mendampingi,” imbuhnya. 

Jika upaya diversi di tingkat kepolisian tak berhasil, nantinya akan diupayakan untuk diversi sampai tingkat kejaksaan dan pengadilan. ”Untuk keputusan selanjutnya, baru bisa diketahui pekan depan,” katanya. 

(ks/ruq/ris/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia