Rabu, 13 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Pengedar Uang Palsu Dijebak Lalu Diciduk

Jumat, 20 Oct 2017 09:35 | editor : Ali Mustofa

PENGUNGKAPAN: Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan menunjukkan upal yang didapat dari Kecmatan Grobogan kemarin.

PENGUNGKAPAN: Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan menunjukkan upal yang didapat dari Kecmatan Grobogan kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

  KOTA –Pada Operasi Sikat Candi 2017 Satreskrim Polres Pati berhasil mengungkap 19 kasus pencurian pemberatan (curat) hingga pencurian kekerasan (curas). Personel kepolisian juga membongkar kasus lain pengedaran uang palsu (upal).

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan didampingi Kabag Ops Kompol Sundoyo, Kasat Reskrim AKP Ari Sulistyawan menyampaikan, telah membongkar peredaran uang palsu (upal). Kasus ini melanggar pasal 36 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang atau Pasal 245 KUHP tentang peredaran mata uang palsu.

TKP penangkapan upal itu di Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan. Ada dua tersangka yang sudah diringkus, yakni KAS dan SAR. Kasus ini terjadi pada 2 Oktober di Sukolilo berawal saat BAM ke tempat KAS yang mengaku berprofesi sebagai tukang pijat. BAM disodori Rp 50 ribu oleh KAS. Setelah dibelanjakan, diketahui bahwa itu ternyata upal.

“Petugas kami merespon dan menjebak tersangka dengan membawa uang Rp 2 juta. KAS berjanji menukarkan uang W dengan nilai 1:2,5 di sebuah warung Kecamatan Tawangharjo, Grobogan. Uang Rp 2 juta itu ditukar menjadi Rp 5 juta uang palsu dengan rincian Rp 100 ribu sebanyak 50 lembar,” ungkapnya.

Kedua tersangka mengaku mendapatkan upal itu dari seorang yang masih buron. Maulana menambahkan, modus pengedaran upal itu ke pelosok desa di mana banyak warga desa yang tidak menyadari kualitas uang.

Ciri uang palsu dengan tanda-tanda pada tekstur kertas upal. Tintanya tidak sempurna dan warnanya belepotan, selain itu tali pengaman seolah-olah ada, serta watermark uang Rp 100 ribu bergambar Ki Hajar Dewantara terlalu timbul.

“Selain upal, kasus lainnya selama Ops Sikat Candi 2017 selama 20 hari mengungkap 19 kasus curat dan curas. Padahal, target yang dibebankan Polres Pati hanya ada 3 kasus saja. Namun berhasil mengungkap 19 kasus dan meringkus 12 tersangka. Adapun barang bukti diamankan 9 sepeda motor, pistol mainan, korek, letter T, ponsel, dan lainnya,” imbuhnya.

Modus pelaku saat melancarkan aksi dengan menakut-nakuti korban menggunakan pistol mainan. Sebagian tersangka merupakan residivis dari pengembangan kasus sebelumnya. Ia berharap dengan menangkap para tersangka kriminal bisa menciptakan kondisi stabil.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia