Sabtu, 16 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Sindikat Lintas Provinsi Diciduk

Kamis, 19 Oct 2017 09:12 | editor : Panji Atmoko

GELAR PERKARA: Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning menunjukkan belasan tersangka yang berhasil diamankan petugas dari berbagai tindak kriminal saat gelar perkara kemarin.

GELAR PERKARA: Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning menunjukkan belasan tersangka yang berhasil diamankan petugas dari berbagai tindak kriminal saat gelar perkara kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

 KUDUS – Seorang tersangka sindikat pencurian lintas provinsi berhasil diciduk aparat Polres Kudus. Dia ditangkap di rumahnya di Semarang pekan lalu.

Penangkapan tersebut bermula laporan kasus pencurian warga Jati. Ceritanya, tersangka bernama Maryoto alias Pedet bersama tiga kawan lainnya yang masih buron berangkat dari Semarang menuju Kudus pada (19/7) lalu. Dengan menggunakan motor mereka berputar-putar di sekitar Kudus untuk mencari mangsa.

Saat menemukan lokasi stategis, salah satu tersangka masuk ke dalam rumah Desa Tanjungkarang, Jati, Kudus. Sedangkan lainnya berada di luar. Tugasnya untuk memastikan keadaan aman. Ketika kondisi aman inilah sindikat tersebut langsung menggasak isi rumah tersebut. Barang yang dicuri berupa laptop dan telepon seluler. Setelah berhaisl, mereka pun kabur.

Mengetahui rumahnya dibobol maling, pemiliknya lantas melapor ke polisi. Aparat pun mencari jejak sindikat tersebut dan menangkap salah satu dari empat pelaku di Semarang. ”Pedet (tersangka) ini sindikat pencurian lintas provinsi. Sudah berjalan bertahun-tahun. Bahkan sudah sering keluar masuk penjara,” kata Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning saat gelar perkara kemarin.

Dari penangkapan itu, barang bukti yang disita, HP merk OPPO F1S warga Gold dan laptop merk Acer hitam. Pihaknya juga mengamankan uang Rp 3.500 ribu dari pelaku.

Dia mengatakan, residivis ini juga melakukan pencurian emas. Tercatat, tersangka memiliki jejak pencurian emas 1,5 kg di Kabupaten Tablong, Kalimantan Selatan. Pencurian emas ini juga pernah dilakukan di Provinsi Jawa Timur, seperti Kediri, Blitar, dan Tulung Agung. ”Jadi memang spesialis antarprovinsi. Sudah profesional,” katanya. 

Akibat perbuatannya itu, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan pidana tujuh tahun penjara. Sedangkan sindikat lainnya dalam proses pencarian. ”Kami upayakan segera menemukan sindikat lainnya. Sebab ada kemungkinan jumlahnya lebih banyak,” imbuhnya. 

 

(ks/mal/don/lil/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia