Selasa, 21 Nov 2017
radarkudus
icon featured
Rembang

Wakapolres Turut Dites Psikologi Senpi

Rabu, 18 Oct 2017 06:34 | editor : Ali Mustofa

PALING DEPAN: Wakapolres Rembang Kompol Pranandya Subiyakto (depan kiri) turut serta dalam tes psikologi senjata api bersama 223 anggota lainnya.

PALING DEPAN: Wakapolres Rembang Kompol Pranandya Subiyakto (depan kiri) turut serta dalam tes psikologi senjata api bersama 223 anggota lainnya. (POLRES REMBANG FOR RADAR KUDUS)

KOTA – Sebanyak 224 anggota Polres Rembang menjalani tes psikologi senjata api. Dari jumlah tersebut, termasuk diantaranya Wakapolres Rembang Kompol Pranandya Subiyakto. Tes itu digelar, salah satu tujuannya agar tak disalahgunakan oleh penggunanya.

Tes tersebut digelar di salah satu sekolah SMK swasta di Rembang. Dipimpin langsung oleh tim psikologi dari Polda Jateng AKP Ahmad Dartono. Tes tersebut bersifat rutin ketika masa berlaku izin penggunaan senjata api berakhir.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kabad Sumda Kompol Riwayat Sosianto menjelaskan, ada beberapa tujuan dilaksanakannya tes. Diantaranya, untuk mengetahu karakter masing-masing personil pemegang senjata api. Baik senjata api genggam maupun laras panjang.

Senjata api dinilai sebagai salah satu perangkat yang mendukung tugas anggota polisi di lapangan. Sehingga, dengan diadakannya tes tersebut diharapkan anggota Polres Rembang bisa menggunakannya sesuai prosedur.

Jika dalam tes tersebut peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat, diberi kesempatan enam bulan kemudian untuk mengulang. Menurutnya, kestabilan emosi anggota menjadi hal penting yang dinilai dalam tes tersebut.

”Kami tidak tahu apa yag terjadi dalam waktu setahun. Meskipun perpanjangan izin, tetap dilakukan tes. Untuk menentukan apakah pemegang senpi masih layak atau tidak,” ungkapnya.

Wakapolres Rembang Kompol Pranandya Subiyakto turut serta dalam tes tersebut. Dia menjadi salah satu peserta dari 224 anggota Polres yang ikut tes. Lewat tes itulah, bisa diketahui karakter masing-masing anggota.

Sehingga, anggota yang dinyatakan memenuhi syarat diharapkan bisa memperlakukan senjata api dengan baik. ”Tes psikologi ini saah satu syarat bagi personel Polri yang akan pinjam pakai senjata api. Salah satu tujuannya, senjata digunakan dengan baik. Tidak menyalahgunakan senjata api,” tegasnya.

(ks/lid/ali/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia