Senin, 20 Nov 2017
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Tambah Semangat Kuliah S3

Selasa, 17 Oct 2017 16:58 | editor : Ali Mustofa

Zeni Rofiqoh

Zeni Rofiqoh (DOK. PRIBADI)

Bagi Zeni Rofiqoh sistem belajar perkuliahan di Indonesia berbeda dengan di luar negeri. Dia sempat kaget dengan proses diskusi di kelas.

Program master dijalaninya dengan dengan jalur beasiswa LPDP. Belum lama ini, dia menyelesaikan studinya di University of Bristol, Inggris sekitar setahun. Selama di sana, banyak pengalaman berharga yang didapatkan dara kelahiran Kudus, 13 Maret 1994 ini.

            Waktu bulan pertama pembelajaran di kelas, dia belum bisa beradaptasi dengan proses diskusi. Mahasiswa di sana bebas menyampaikan pendapatnya tanpa mengangkat tangan terlebih dahulu. ”Sangat berbeda dengan di Indonesia, jika mau berpendapat harus angkat tangan dulu,” ujar cewek yang suka travelling ini.

            Belajar dari pengalaman itu, Zeni mulai belajar dan mempersiapkan mata kuliah yang akan diajarkan esok hari. Semalaman dia menghafal dan mencatat materi penting di dalamnya. Meski awalnya takut berpendapat di depan umum, akhirnya Zeni memberanikan diri berbicara, tak peduli benar atau salah.

            Cewek yang beralamat di RT 1 RW 2, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog ini menambahkan tentang sistem pembelajaran di Inggris ini. ”Dosen di sana itu tidak pernah menganggap alasan kami itu benar atau salah. Tapi dosen lebih menghargai dan menilai keberanian mahasiswa tersebut dalam berpendapat,” ujarnya.

            Belajar dari hal itulah, lama-lama dia bisa beradaptasi dengan kebiasaan perkuliahan di luar negeri. Malah dirinya bercita-cita ingin melanjutkan kuliah S3 di luar negeri dengan jurusan yang sama, yaitu Pendidikan Matematika. 

(ks/ris/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia