Selasa, 21 Nov 2017
radarkudus
icon featured
Blora

Warga Tolak Pendirian Masjid Al-Ausath

Selasa, 17 Oct 2017 09:37 | editor : Ali Mustofa

PASANG SPANDUK: Seorang pemotor melintasi spanduk penolakan warga atas rencana pendirian masjid oleh Yayasan Al-Ausath di RW III Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora.

PASANG SPANDUK: Seorang pemotor melintasi spanduk penolakan warga atas rencana pendirian masjid oleh Yayasan Al-Ausath di RW III Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

 KOTA - Warga Kelurahan Kunden, Kecamatan Kota Blora menolak rencana pembangunan sekretariat dan tempat ibadah Yayasan Al-Ausath di lingkungan RT 01 dan RT 02/RW III. Penolakan ini didasarkan belum adanya persetujuan lingkungan dan izin dari pihak yang berwenang.

Salah satu bentuk penolakan warga dilakukan dengan memasang banner di beberapa titik. mulai dari jalan masuk lorong, depan pos ronda, Jalan Agil Kusumodyo dan depan Eks Rumah Dinas Wakil Bupati.

Banner tersebut bertuliskan, Warga Kelurahan Kunden menolak pembangunan sekretariat dan tempat ibadah Yayasan Al-Ausath di lingkungan RT 01 dan RT 02 RW III Kelurahan Kunden sebelum ada persetujuan lingkungan dan izin dari pihak yang berwenang. Rencananya, masjid akan didirikan diatas tanah seluas tak kurang 20 x 10 meter.

Sutiyono salah satu warga Kelurahan Kunden Blora mengaku menolak rencana pembangunan masjid Yayasan Al-Ausath tersebut. Pihaknya juga sudah menyerahkan ratusan tanda tangan warga yang menolak kepada lurah setempat. “Kami tidak akan memberikan izin lingkungan didirikannya masjid ini,” jelasnya.

Alasannya, belum ada titik temu antara yayasan dengan warga di 2 RT tersebut. Titik temu itu salah satunya untuk siapa masjid itu didirikan. Warga juga khawatir adanya masjid justru bisa mengganggu kerukunan umat seagama.

“Sebenarnya ini juga ada alasan kerukunan antar warga seagama. Kami tidak menyoal apa mereka Al-Ausath, NU, Muhammadiyah, atau apalah. Bagi kami yang penting kerukunan umat beragama. Jangan sampai satu kelompok umat mengolok-olok kebiasaan kelompok umat yang lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Denok Bayu Aji, salah satu pengurus Yayasan Al-Ausath Kabupaten Blora mengungkapkan, penolakan bukan warga, namun oknum sebagian warga. Menurutnya, mayoritas warga menyetujui dan mau tanda tangan. Bahkan ketua RT 01 dan 02 telah sepakat untuk menyetujui.”Istilah warga maaf kami tidak sepakat. Itu oknum saja bukan warga,” jelasnya.

(ks/sub/ali/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia