Senin, 20 Nov 2017
radarkudus
icon featured
Features
 Duta Donor Darah Jawa Tengah

Ikuti Serangkaian Tes, Rutin Diskusi Bersama Teman-Teman PMR

Jumat, 13 Oct 2017 06:43 | editor : Ali Mustofa

Sufi Tungga Dewi Paramesti

Sufi Tungga Dewi Paramesti (Dok. Pribadi)

Aktif di berbagai kegiatan ekstrakurikuler sekolah, memberi kesempatan bagi Sufi Tungga Dewi Paramesti menunjukkan kemampuan. Berkat ketekunannya beragam prestasi juga berhasil diraih. Yang terbaru, dia berhasil meraih predikat Duta Donor Darah Jawa Tengah pada Jumbara tingkat Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

 FEMI NOVIYANTI, Pakisaji

SEJAK kecil Sufi Tungga Dewi Paramesti terbiasa aktif berkegiatan. Salah satunya belajar menari. Kemampuan itu terus dikembangkannya sampai saat ini.

Selain aktif menari, sejak masuk SMA gadis kelahiran Jepara, 8 April 2000 ini juga aktif di kegiatan Palang Merah Remaja (PMR). Tak hanya aktif di sekolah, dia beberapa kali mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan di ajang lomba.

Salah satunya sebagaimana yang dijalaninya baru-baru ini. Pelajar kelas XII SMA N 1 Bangsri ini ambil bagian dalam Jumbara dan temu karya tingkat Jawa Tengah. Di ajang itu, dia dan tim dari sekolahnya mewakili Kabupaten Jepara sebagai Duta PMR Jepara.

Putri pasangan Amin Ayahudi dan Eri Murniasih ini menceritakan, pada Jumbara dan Temu Karya 2017 yang diselenggarakan di Pati dia bisa meraih predikat Duta Donor Darah Jawa Tengah. Prestasi itu tidak didapatkannya dengan mudah. Dia harus melewati serangkaian penilaian sampai akhirnya dinobatkan sebagai duta donor darah.

Anak kedua dari tiga bersaudara tersebut menyatakan, ada berbagai tes yang dijalaninya. Mulai dari tes tertulis, presentasi sampai unjuk gigi dalam pentas antar kontingen (pentas edutaiment). ”Penilaiannya akumulasi dari banyak kegiatan di Jumbara tersebut,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Pada tahap presentasi, Sufi menyampaikan, dia memaparkan materi terkait donor darah. Sementara saat pentas antar kontingen, dia harus menjadi MC sekaligus unjuk gigi melakukan pementasan.

Perempuan yang tinggal di RT 13/RW 02, Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji ini, menyatakan, saat pentas dia memilih tari Troso untuk ditampilkan. ”Saya sudah lama belajar tarian ini. Jadi sangt senang bisa menampilkan tarian yang mengangkat kearifan lokal Jepara ini di ajang tingkat Jawa Tengah,” tuturnya.

Dari semua tahap yang dilewatinya, Sufi mengaku, paling sulit saat harus presentasi dan menjadi MC. ”Karena harus bagus public speaking-nya. Saya belum terbiasa, namun tetap berupaya menampilkan yang terbaik,” tuturnya.

Dalam ajang itu ada tujuh predikat yang diperebutkan. Masing-masing duta diharapkan bisa predikat yang diraihnya itu bisa mempromosikan kegiatan positif bagi remaja. ”Aku sebagai Duta Donor Darah harus bisa membantu mensukseskan program donor darah di Jepara. Sehingga kantong darah yang dihasilkan dapat meningkat,” terangnya.

Langkah yang ditempuhnya, salah satunya dengan sharing pengetahuan ke teman-teman PMR di sekolah tentang pentingnya donor darah. ”Harapannya  nanti tidak hanya di tingkat sekolah, tapi bisa menyebar ke masyrakat,” ujarnya.

Saat ini selain jadi duta donor darah, Sufi menambahkan, dia tetap mengembangkan kemampuan menarinya. ”Saat ini saya juga tegabung di tim duta seni Jepara dan ambil bagian dalam berbagai pentas budaya,” imbuhnya.

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia