Selasa, 21 Nov 2017
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Tiga Sekolah Didorong Turut Penilaian Adiwiyata

Kamis, 12 Oct 2017 07:40 | editor : Ali Mustofa

OLAH SAMPAH: Sejumlah siswa SMPN 1 Rembang mengolah sampah sebagai kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

OLAH SAMPAH: Sejumlah siswa SMPN 1 Rembang mengolah sampah sebagai kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

KOTA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang tahun ini mendorong tiga sekolah ikuti penilaian adiwiyata Provinsi Jawa Tengah. Tiga sekolah tersebut, diantaranya SMPN 1 Pamotan, SMPN 2 Sulang dan SDN 1 Pancur.

Kepala DLH Kabupaten Rembang Suharso mengatakan, dari tiga sekolah tersebut, hanya SMPN2 Pancur yang telah menyatakan siap ikuti penilaian.”Kami dorong tiga-tiganya dapat ikuti penilaian adipura. Untuk menyusul jejak-jejak sekolah lainnya yang sebelumnya mendapatkan predikat tingkat provinsi maupun nasional,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, Selasa (10/10).

Terkait kriteria penilaian diantarnya yakni, wawasan lingkungan, pengelolaan limbah dan penghijauan. Secara prinsip dengan tempat atau lahan terbatas, masih dapat diatasi dengan sistem tabulampot.

”Memang kami terbatas dari sisi anggaran, jadinya yang kami dorong sekolah yang sudah siap ikuti penilaian adipura,” terangnya.

Terkait tiga sekolah yang di dorong ikuti penilaian adipura, DLH setempat sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Dalam hal ini memberikan memotivasi agar berkenan berpartisipasi ikut.

Sebab program di bidang lingkungan penilaiannya cukup luas. Tidak hanya dari sisi sarana maupun prasarana. Namun juga dari kurikulum maupun segala kegiatan yang diterapkan di sekolah. ”Program cukup efektif. Salah satunya melihat indikator sekolah maju, termasuk berpengaruh atas bantuan ataupun kebijakan dari pemerintah pusat,” paparnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia