Selasa, 21 Nov 2017
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Pandai Bagi Waktu Bisnis dan Kuliah

Rabu, 11 Oct 2017 10:30 | editor : Ali Mustofa

Ramadhanti Dahlia

Ramadhanti Dahlia (DOK.PRIBADI)

 OLAHRAGA merupakan salah satu kegiatan yang mengasyikkan bagi perempuan berkulit putih ini. Memiliki nama lengkap Ramadhanti Dahlia, dia selalu aktif dalam berbagai kegiatan olahraga sejak di sekolah maupun kuliah.

Dahlia -panggilan akrabnya- mengaku, lebih menyukai olahraga lari dan renang. Selain menyehatkan, kedua olahraga tersebut bisa memacu adrenalin. Bahkan dia dapat menjaga berat badannya agar tetap ideal. “Sebenarnya saya suka semua olaharga. Hanya paling suka tetap lari dan renang. Dulu saya pernah juara voli juga di sekolah,” ungkapnya.

Perempuan Jurusan Psikologi, Universitas Muria Kudus (UMK) ini mengungkapkan, dalam seminggu dia bisa berlatih renang dua kali. Biasanya dia lakukan bersama komunitas dan keluarga saat weekend. “Nggak tentu sih, kadang bisa seminggu full renang. Namun yang sering dua kali seminggu,” ucapnya.

Dahlia yang lahir di Kudus, 31 Desember 1997 ini juga mengaku berprestasi di bidang pramuka. Dia pernah ditunjuk gurunya untuk menjadi salah satu delegasi dari Kudus dalam ajang Perkemahan Pesantrean Madrasah Nasional (PPMN) tahun 2014 di Semarang. Tak hanya itu, dia juga pernah menjadi juara I lomba PBB pada tahun yang sama se-Kabupaten Kudus. ”Pada 2015 lalu saya juga ditunjuk menjadi salah satu anggota paskibra kabupaten. Hal ini berkat aku rutin berolahraga. Alhamdulillah jadi banyak pengalamannya,” terangnya.

Selain kuliah, Dahlia mengaku sibuk berbisnis hijab dan busana muslim. Dia mengaku bisnis ini dilakoninya sejak awal 2017. Kendati baru, dia memiliki pelanggan banyak dari berbagai daerah. Mulai Kudus, Jepara, Pati, Semarang, hingga luar Jawa.

Dia mengaku menjual berbagai macam hijab dan pakaian muslim. Rata-rata koleksinya mengikuti keinginan pasar. ”Misalnya pas lagi musim model baju kayak Zaskia Adya mecca nanti banyak yang cari. Begitu juga dengan model lainnya. Intinya mengikuti pasar namun tidak pasaran,” ungkap perempuan yang berdomili di RT 3 RW 2, Jln. Besito Raya Gg.3 No.20, Gebog, Kudus ini.

Lulusan MA NU Banat Kudus ini mengaku all out dalam bekerja sekaligus kuliah. Waktu belajar dan bekerjanya memang harus dibagi. Sebab keduanya sama-sama pentingnya. ”Tidak terlalu sulit sih. Waktunya belajar ya belajar waktunya kerja ya kerja,” ungkapnya.

Ditanya pendapatan, dia mengaku dalam seminggu mendapatkan omzet hingga jutaan rupiah. Baginya cukup untuk membiayai kuliah dan membantu orang tua. ”Buat modal untuk bisnis juga,” imbuhnya. 

(ks/mal/lil/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia