Selasa, 21 Nov 2017
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Busana Etnik Jadi Tren Pasar

Senin, 09 Oct 2017 17:18 | editor : Ali Mustofa

UNIK : Busana dengan perpaduan kain etnik unggul dan laris manis di pasaran.

UNIK : Busana dengan perpaduan kain etnik unggul dan laris manis di pasaran. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

 KOTA – Tak hanya kain tenun Troso yang banyak dicari di pasaran, kreasi busana berbahan kain etnik tersebut juga laris manis. Saat ini banyak pengusaha kain tenun Troso yang memilih mengembangkan usahanya dengan memproduksi busana etnik tersebut.

Salah satunya Atik Indaryati yang sebelumnya fokus memasarkan kain tenun Troso. Beberapa tahun terakhir, dia konsen mengembangkan busana etnik dan berhasil unggul di pasaran bahkan sampai di luar Jawa.

Terkait usahanya itu, Atik mengatakan, dimulainya tiga tahun lalu. Keinginannya menampilkan busana etnik lantaran ingin membuat sesuatu yang berbeda. ”Kalau sekadar jual kain tenun Troso sudah banyak. Karena itu cari kreasi berbeda,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Dia mulai membuat busana dnegan mengkombinasikan kain etnik dan bahan lainnya. Busana-busana yang dibuatnya mulai dari atasan, rok, kulot hingga berbagai cardigan unik. ”Setelah ada kreasi ini, penjualannya jadi lebih mudah. Karena itu terus saya kembangkan,” terangnya.

Dia sengaja membuat busana kombinasi agar harga jualnya tak terlalu tinggi. Namun bahan yang dipakai, tetaplah bahan-bahan berkualitas. ”Biasanya bahan bakunya kain tenun Troso, lalu saya kombinasi dengan kain lainnya. Jadi pemakaian kain tenun Troso tak menyeluruh,” ujarnya.

Dia juga rajin mengikuti model busana yang saat ini sedang naik daun. ”Modelnya menyesuaikan, supaya diminati pasar,” tuturnya.

Disinggung mengenai pasar saat ini, Atik menjelaskan, saat ini paling banyak penjualan ke Jakarta. Selain itu pasar luar Jawa juga cukup menjanjikan. ”Palembang dan Jambi juga banyak,” katanya.

Salah satu wisatawan yang datang ke Jepara, Anisa R mengatakan, dia cukup tertarik dengan busana-busana etnik berbahan kain Troso. Karena itu saat datang ke Jepara, dia memilih membeli oleh-oleh kreasi itu. ”Lebih suka baju jadi, kalau hanya kain tidak bisa langsung dipakai,” ungkapnya.

Soal harga, wisatawan asal Jakarta ini menambahkan, relatif lebih terjangkau. ”Saat dipakai juga lebih menarik,” imbuhnya.

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia