Selasa, 21 Nov 2017
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Bacok Ortu dengan Golok Buatan Sendiri

Kamis, 28 Sep 2017 13:50 | editor : Ali Mustofa

BACOK ORANG TUA SENDIRI: Polsek Wedarijaksa mengamankan A. Sholeh, pelaku penganiayaan terhadap orang tuanya sendiri kemarin.

BACOK ORANG TUA SENDIRI: Polsek Wedarijaksa mengamankan A. Sholeh, pelaku penganiayaan terhadap orang tuanya sendiri kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

PATI – A. Sholeh, 33, warga Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, Pati kembali berulah. Setelah memanah orang yang lewat di jalan menggunakan busur panah buatannya pada 2016 silam, kemarin dia membacok kedua orang tuanya menggunakan golok yang dibuat sendiri.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, dalam sepekan terakhir pelaku tampak temperamen. Dia sering marah-marah tak jelas. Bahkan pada Selasa (27/9) malam dia marah besar karena ditegur orang tuanya. Penyebabnya, berisik pada malam hari. Tak terima ditegur, pelaku tersinggung dan membacok orang tuanya sendiri kemarin pagi.

Ayah pelaku, Suwito, 54, mengalami luka di kepala. Sementara ibunya Karmini, 51, mengalami luka tangan bagian kiri. Berutung saat pelaku membacok orang tuanya, ada beberapa tetangga yang mengamankan pelaku.

Sejak mengalami pembacokan kemarin pagi, kedua orang tua pelaku langsung dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan. Setelah dirawat, kedua orang tua pelaku diamankan ke rumah salah satu saudaranya di desa setempat. Tujuannya, mereka aman dan mendapatkan perawatan. Adapun pelakunya kini masih ditahan di mapolsek dan akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Semarang setelah berkas administrasinya selesai.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Wedarijaksa AKP R. Sulistyaningrum mengatakan, pelaku pernah menderita gangguan jiwa dan sudah tiga kali dibawa ke RSJ Semarang. Tapi belum sembuh total. Dari penuturan beberapa warga, pelaku menderita gangguan jiwa selama empat tahun ini karena depresi.

Sebelumnya, pelaku memanah orang lewat di depannya menggunakan busur panah pada malam hari. Sehingga mengakibatkan korban luka dan dibawa ke rumah sakit di Semarang. Setelah itu, pelaku kembali dibawa ke RSJ Semarang. Karena dinilai sudah sembuh, kembali dibawa pulang.

“Setelah membuat busur panah, kini terobsesi membuat golok sendiri. Pelaku berimajinasi seperti rambo dan membuat golok untuk membunuh monster dinosaurus. Golok itu melekat di sarung dan kakinya. Sehari-hari, pelaku terkadang seperti orang pada umumnya. Bahkan harus diberikan jatah rokok dua bungkus,” ungkapnya. 

(ks/put/lil/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia