Minggu, 22 Oct 2017
radarkudus
icon featured
Kudus

Baru Satu Perajin Ikuti Uji Lab

Jumat, 22 Sep 2017 13:25 | editor : Ali Mustofa

TETENGER: Karyawan batik Alfa Shoofa memperlihatkan logo batik Indonesia yang sudah menempel di kain jadi kemarin.

TETENGER: Karyawan batik Alfa Shoofa memperlihatkan logo batik Indonesia yang sudah menempel di kain jadi kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

BAE – Perajin batik Kudus belum banyak yang mengajukan uji laboratorium. Padahal hal ini dibutuhkan untuk menyakinkan konsumen. Ini berguna membedakan jenis dan mengetahui produk yang dibuat benar-benar original.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UMKM Bambang TW mengatakan, pengajuan uji laboratorium inisiatif dari perajin. Tidak terlalu mahal biayanya. Berdasarkan keterangannya, perajin batik yang sudah uji laboratorium baru satu, Batik Alfa Shoofa, Desa Gribig, Gebog.

”Perajin batik seharusnya melakukan uji laboratorium untuk memperkuat produk. Berguna untuk mengetahui jenisnya, antara batik tulis, kombinasi cap tulis, batik cap, batik printing, dan sebagainya. Kalau sudah melalui uji tersebut, akan diberikan tanda sesuai dengan jenisnya,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu perajin batik yang sudah melakukan uji laboratorium Ummu Asiyati menjelaskan, dia sengaja mengajukan uji laboratorium ke Balai Besar Kerajinan dan Batik di Jogjakarta. ”Balai tersebut di bawah pengawasan Kementerian Perindustrian. Saya mengajukan Maret dan sekitar April sertifikat uji laboratorium keluar beserta logo untuk memberikan tulisan masing-masing jenis batik,” ungkapnya. ”Uji laboratorium terdiri dari proses pembuatan dan zat pewarnaan yang digunakan,” imbuhnya. 

(ks/san/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia