Jumat, 15 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Blora

Bekuk Bandar Judi di Arena Pasar Malam

Jumat, 22 Sep 2017 14:30 | editor : Ali Mustofa

INTEROGASI: Sejumlah anggota Satreskrim Polres Blora menginterogasi tiga bandar judi yang berhasil ditangkap kemarin.

INTEROGASI: Sejumlah anggota Satreskrim Polres Blora menginterogasi tiga bandar judi yang berhasil ditangkap kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

KUNDURAN - Tim Buser Satreskrim Polres Blora menangkap tiga bandar judi jenis dadu kopyok dan rolet di Dukuh Karangapung, Desa Plosorejo, Kecamatan Kunduran, Rabu (21/9) malam. Para pelaku sudah menjadi target penangkapan, karena kerap menggelar perjudian secara terang-terangan di arena pasar malam.

Mereka diantarnya, Suwarji, 58, warga Desa Jagong, Lasiman, 31, warga Desa Sambiroto, Sukarji, 45, warga Desa Plosorejo, semunya di Kecamatan Kunduran. Bersama pelaku, polisi mengamankan barang bukti satu set perangkat judi rolet lengkap dengan lampu dan aki.

 Uang tunai hasil perjudian sebesar Rp 3.653.000 dan uang tunai dari bandar di tas pinggang sebesar Rp 225 ribu serta satu unit HP.

Kapolres Blora AKBP Saptono melalui Kasat Reskrim AKP Herry Dwi menuturkan, pelaku bandar judi rolet selalu berpindah-pindah di setiap ada hiburan masyarakat. Berbekal informasi dari masyarakat pihaknya berhasil menangkap para pelaku.

“Rabu malam sekitar pukul 00.30, dekat tempat pasar malam di Dukuh Karangapung, Desa Plosorejo, Kecamatan Kunduran, mereka berhasil kami amankan,” terangnya.

Herry menjelaskan, saat dilakukan penangkapan, pemain lainnya langsung berhamburan dan melarikan diri. Namun gerak cepat tim, akhirnya berhasil mengamankan TO (target operasi) dan mengamankan barang bukti.

“Melihat polisi masuk, semua orang yang berada di sana langsung berhamburan, sedangkan bandar rolet terlihat kebingungan langsung kami tangkap beserta barang bukti untuk dibawa ke polres,” ujarnya.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengapresiasi kinerja jajarannya. Menurutnya, praktik judi rolet di Kunduran sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Keberhasilan ini sudah selayaknya mendapatkan reward agar anggota akan lebih meningkatkan semangat dalam bertugas,” katanya.

Para pelaku perjudian tersebut dikenakan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. “Kami harapkan masyarakat tidak segan-segan memberikan informasi perjudian kepada aparat terdekat mengenai perkembangan situasi di lingkungannya untuk mewujudkan situasi kondusif,” imbuhnya.

(ks/sub/ali/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia