Rabu, 13 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Features
Juara I Lomba Reportase Tingkat Jawa Tengah

Lolos Training Center, Berlatih Rutin di Sela-sela Sekolah

Jumat, 22 Sep 2017 11:30 | editor : Ali Mustofa

Zahrotul Ulya

Zahrotul Ulya (DOK. PRIBADI)

Aktivitas sehari-hari Zahrotul Ulya cukup padat. Meski begitu, dia tetap bisa menorehkan prestasi di sela-sela kesibukannya. Salah satunya dalam hal tulis menulis. Beberapa waktu lalu dia berhasil meraih juara I lomba reportase pelajar tingkat Jawa Tengah. 

 FEMI NOVIYANTI, Pakisaji

KETEKUNAN Zahrotul Ulya dalam mendalami dunia tulis menulis berbuah manis. Selain bisa berkarya, dia mampu unjuk kebolehan dalam lomba reportase yang menggabungkan proses peliputan dan penulisan berita.

Di ajang yang diikutinya beberapa waktu lalu itu, dia mampu unggul dari puluhan peserta dari seluruh Jawa Tengah. Dia berhasil membawa pulang predikat tertinggi pada lomba yang diselenggarakan oleh LP Ma’arif tingkat Jawa Tengah itu.

Terkait prestasinya ini, dara kelahiran Jepara, 24 Mei 2001, tersebut menceritakan, menyukai dunia tulis menulis sejak MTs. Dia bergabung ekstrakurikuler jurnalistik di sekolahnya. ”Dari kelompok itu, saya mengikuti pelatihan-pelatihan jurnalistik sampai kesempatan melakukan liputan di berbagai acara. Baik di dalam maupun di luar sekolah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Saat ada lomba reportase tingkat kabupaten, gadis beralamat di Desa Plajan, Kecamatan Pakisaji itu, ditunjuk mewakili sekolahnya. Di tingkat kabupaten, dia berhasil meraih juara pertama.

Namun langkahnya untuk maju ke tingkat lebih tinggi tidak serta merta berjalan mulus. Meski telah meraih juara pertama, dia harus melewati tahapan training center (TC) yang diselenggarakan tim lomba dari tingkat kabupaten. Dalam TC itu dia juga harus bersaing kembali dengan peserta yang sebelumnya meraih juara dua.

Beruntung kemampuannya telah terasah. Dia bisa melewati TC tersebut dengan baik. Ia mampu membuktikan dia layak menjadi perwakilan Kabupaten Jepara di tingkat Provinsi Jawa Tengah. ”TC-nya sekitar satu bulan untuk kemudian ditentukan siapa yang maju. Setelahnya ada beberapa kali latihan intensif,” jelasnya.

Pelajar kelas X Imersi IPA MA NU Hasyim Asyari Bangsri tersebut menyatakan, dalam lomba yang diikutinya dia berupaya menampilkan yang terbaik. ”Saya punya kesempatan jadi saya harus melakukan yang terbaik. Baik saat peliputan maupun penulisannya. Bersyukur bisa meraih juara 1,” tuturnya.

Gadis yang akrab disapa Ulya ini menceritakan lebih lanjut, dia berupaya melakukan yang terbaik di tengah-tengah aktivitas padatnya. Saat ini dia tinggal di pesantren dan mengikuti ikut progam tahfidz Alquran. ”Ada jadwal setoran hafalan sehabis subuh. Setelah itu sekolah dari jam 07.00 sampai 16.00 WIB karena ada progam tutor khusus imersi. Ikut beberapa ekstrakurikuler lain juga. Jadi memang harus benar-benar bisa bagi waktu untuk mendapatkan hasil terbaik di semua bidang,” imbuhnya.

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia