Minggu, 22 Oct 2017
radarkudus
icon featured
Pati

Ruang Kelas Dibakar, Rapor Siswa Hangus

Kamis, 21 Sep 2017 17:01 | editor : Panji Atmoko

TAK TERTOLONG: Seorang siswi SDN Widorokandang memilih buku-buku yang hangus terbakar kemarin.

TAK TERTOLONG: Seorang siswi SDN Widorokandang memilih buku-buku yang hangus terbakar kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

PATI – Ruang Kelas V SDN Widorokandang, Pati, diduga dibakar oknum tidak bertanggung jawab kemarin dini hari. Tidak ada barang-barang yang hilang. Namun peralatan kelas hingga dokumen berharga milik siswa hangus terbakar.

Selain ruang kelas tersebut, kaca di perpustakaan dan pintu kelas VI juga dirusak pelakunya. Belum diketahui pasti siapa pelakunya dan apa motifnya melakukan perbuatan kurang ajar itu.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, kebakaran terjadi pukul 02.00. Kali pertama diketahui saksi Pertiwi, 50, penjual nasi yang rumahnya bersebelahan dengan sekolah. Dia melihat api dari kelas V sekitar pukul 02.30. Dia hendak pergi ke warungnya untuk memasak. Ketika melintas di depan sekolahan, dia melihat kepulan asap di ruangan kelas V.

”Awalnya saya ragu, namun saat mendekat, ternyata benar ruangan itu terbakar. Saya langsung memberitahukan kepada warga sekitar dan memberitahukan juga kepada tetangga yang merupakan anggota kepolisian tentang kejadian itu,” kata Pertiwi kemarin pagi.

Sejumlah warga lantas berusaha memadamkan api menggunakan air kran depan kelas. Beruntung air di sekolah tidak dimatikan. Namun saat memadamkan, warga sempat kesulitan karena pintu kelas terkunci. Jendela kaca di kelas itu sudah pecah. Diduga dipecahkan oknum pembakar. Terpaksa, mereka mendobrak pintu kelas V. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 03.00.

Kepala SDN Widorokandang, Pati, Priyo mengatakan, api membakar sebagian ruang kelas V. Di antaranya, almari berisi buku rapor dan administrasi, sebagian papan tulis, beberapa kursi, dan plafon atap ikut terbakar.

Semula, pelaku diduga memecahkan jendela kaca dan membakar gorden. Tapi tidak berhasil. Kemudian pelaku pergi ke belakang kelas dan mendobrak jendela ventilasi di bagian atas kelas. Setelah berhasil mendobrak jendela ventilasi tersebut, pelaku lantas melancarkan aksinya dengan membakar kelas.

”Dugaan itu, karena ada salah satu jendela ventilasi yang rusak. Di lokasi itu pula kebakarannya parah. Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 26 juta,” kata kepsek.

Akibat ruang kelas terbakar, pada hari pertama setelah kebakaran pembelajaran dialihkan ke perpustakaan. Siswa balajar di lantai karena tidak ada bangku. Pada hari berikutnya, proses kegiatan belajar dan mengajar (KBM) dialihkan ke balai desa. ”Kasihan kalau siswa belajar di lantai. Apalagi pekan depan ada ujian tengah semester (UTS),” tegasnya.

Kepsek menambahkan, tidak mengetahui secara pasti siapa pelaku pembakar ruang kelas tersebut. Setiap hari di sekolahannya tidak ada penjaga malam, sehingga tiap malam memang sepi tidak ada orang.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Kota Iptu Pujiati mengatakan, selain ruangan kelas V terbakar, jendela perpustakaan dan pintu kelas VI juga dirusak pelaku. Pihaknya masih menyelidiki kejadian itu dan memintai keterangan para saksi.

Puji mengungkapkan, SD itu sudah beberapa kali mengalami pencurian. Kali pertama beberapa bulan lalu. Pelaku membobol gembok ruang guru dan mengambil tiga laptop, LCD, serta kamera digital. Lalu percobaan pencurian kedua mencongkel jendela ruang guru, yang ketiga mencongkel kelas VI, kali keempat merusak pintu kelas IV, namun ketiga kejadian percobaan pencurian itu tidak ada barang hilang.

”Percobaan pencurian kali kelima kemarin, pelaku mencoba mencuri, namun karena tidak mendapatkan apa-apa, diprediksi pelaku kecewa karena tidak mendapatkan barang berharga dan membakar kelas V. Di sekolah itu memang tidak ada penjaganya kalau malam. Ini memudahkan pelaku melancarkan aksinya,” ungkapnya. 

(ks/put/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia