Rabu, 18 Oct 2017
radarkudus
icon featured
Jepara

Obat Kuat Ilegal Diproduksi di Jepara

Selasa, 19 Sep 2017 11:14 | editor : Panji Atmoko

HASIL RACIKAN SENDIRI: Aparat Polda Jateng menunjukkan tersangka dan barang bukti obat kuat ilegal yang dipasarkan lewat medsos. Tersangkanya orang Jepara.

HASIL RACIKAN SENDIRI: Aparat Polda Jateng menunjukkan tersangka dan barang bukti obat kuat ilegal yang dipasarkan lewat medsos. Tersangkanya orang Jepara. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pelaku sindikat pengedar dan pemroduksi obat kuat ilegal dibongkar aparat Polda Jateng. Selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan ratusan barang bukti obat kuat dari berbagai merek serta bahan dasar pembuatannya.

Muhamad Nazarudin, 38, warga dukuh Krajan RT 1/RW 1 Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, ditangkap aparat Polda Jateng saat hendak melakukan pengiriman barang, Kamis (18/9) lalu. Pengungkapan ini berawal saat petugas Ditreskrimsus Polda Jateng mendapat laporan masyarakat mengenai peredaran obat tanpa izin edar yang diatur di dalam Permenkes. Obat ilegal tersebut dipasarkan melalui media sosial (medsos).

"Setelah kami lacak, kemudian saya beli produknya melalui online. Selanjutnya kami mapping mencari lokasi tempat produksinya," ungkap Kasubdit I Industri, Perdagangan, dan Investasi, (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Egy Andrian Suez saat gelar perkara di Mako Ditreskrimsus Polda Jateng kemarin.

Usai melakukan pelacakan dan mendapat data lengkap, petugas langsung melakukan penindakan. Pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka berhasil ditangkap petugas ketika melakukan pengiriman barang pesanan melalui kantor pos di Kabupaten Jepara, Kamis (14/9) lalu. "Pelaku akhirnya berhasil kita tangkap. Kami tidak bisa langsung tangkap kalau tidak ada barang buktinya," tegasnya.

Dari pengembangan, petugas juga berhasil mengamankan berbagai barang bukti bahan dasar obat ilegal, berupa serbuk kopi, serbuk purwoceng, dan silicon padat. Barang obat ilegal yang diamankan itu diproduksi di rumah pelaku.

"Dari hasil pengungkapan ini, kami baru mengetahui bagaimana cara memproduksinya. Modus yang dilakukan tersangka adalah memproduksi dan mengedarkan ketersediaan farmasi melalui online di website bintanglaris.com, dan kliniksehat.com," jelasnya.

Nazarudin hanya bermodalkan botol kosong serta obat tetes mata dan air mineral untuk meraup keuntungan puluhan juta dalam sebulan. "Dalam sehari pelaku mampu mengirim sebanyak 30-60 pengiriman. Obat itu diedarkan di seluruh wilayah Indonesia. Setiap bulan pelaku meraup Rp 60 jutaan," ungkap Egy.

Bisnis yang dijalankan pelaku dilakukan melalui online. Setelah mendapat order dari mangsanya, selanjutnya pelaku mengarahkan kepada konsumen untuk mentransfer uang sesuai kesepakatan. Bahkan, konsumen bisa mengirim uang pembelian barang rekening pelaku yang digunakan untuk bertransaksi yakni BCA, Mandiri, dan BRI. "Setelah transaksi, kemudian barang itu selanjutnya dikirim melalui pengiriman JNE maupun PT Pos," jelasnya.

Bisnis ilegal yang dilakukan pelaku warga Mlonggo ini bahkan telah berjalan hingga bertahun-tahun. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman pengungkapan kasus ini. Guna mengungkap dugaan adanya pelaku lain dibalik kasus pembuatan obat ilegal tersebut. "Pelaku melakukan aksinya sejak tahun 2009. Dulu sempat stag namun berlanjut lagi. Nanti kami masih dalami lagi," pungkasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Pasal 197 tentang Kesehatan. Di mana setiap orang yang dengan sengaja memproduksi mengedarkan ketersediaan farmasi yang tidak memiliki izin dapat di pidana selama 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar. Selain itu tersangka juga dilapis UU Perlindungan Konsumen yakni Pasal 62.

"Ketentuan Pasal 8, di mana setiap pelaku usaha dilarang mengedarkan dan memproduksi setiap barang atau jasa yang tidak memiliki standar yang dipersyaratkan atau ketentuan perundang-undangan dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp 2 miliar," tegasnya.

Pelaku, Mohammad Nazarudin adalah tersangka pemroduksi dan pengedar obat kuat palsu tergolong sangat cerdas. Sebab, dia hanya bermodalkan obat tetes mata yang dicampur dengan air mineral saja.

"Obat pelangsing bahan dasarnya dari serbuk kopi yang digiling di pasar kemudian dimasukkan ke dalam kapsul dan dikemas serta diberi label. Selain itu stamina pria yang bahan bakunya dari serbuk purwoceng dimasukkan ke dalam kapsul dan dikemas," ungkap Nazar yang mengenakan penutup kepala.

Ratusan obat palsu hasil racikan tersangka yang sudah siap edar antara lain obat pelangsing wanita exitoc, exitoc green. Kemudian obat perangsang Blue Wizard, Liquid Sex, Chlorofom Potenzol, Sleeping Beauty. Obat stamina pria yaitu Forex Hermuno, Testo Ultra, dan Lhiforman Hammer of Thor. 

Selanjutnya, barang tersebut dipasarkan menggunakan internet atau online. Pada website tersebut mencantumkan beberapa produk, yakni obat pelangsing khusus wanita, perangsang wanita, dan obat stamina pria. Di dalam website juga dicantumkan nomor yang dapat dihubungi. Pemesanan dilakukan dengan SMS produk yang diinginkan, jumlah, nama pembeli, dan alamat pengiriman. “Yang komplain banyak. Kalau sudah gitu ya saya matikan saja handphone-nya,” tandasnya.

(ks/lil/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia