Senin, 11 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Sebaran Guru di Pedesaan Jadi Perhatian

Senin, 18 Sep 2017 14:16 | editor : Ali Mustofa

CERIA: Siswa di salah satu SD di Rembang nampak ceria ketika mengikuti pembelajaran.

CERIA: Siswa di salah satu SD di Rembang nampak ceria ketika mengikuti pembelajaran. (KHOLID HAZMI/RADAR KUDUS)

KOTA – Sebaran guru ke daerah pedesaan masih menjadi perhatian Pemkab Rembang. Pemkab bakal melakukan pemetaan sambil menunggu program E-Distribusi guru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Bupati Rembang Abdul Hafidz menjelaskan, ada empat hal strategis di bidang pendidikan yang menjadi perhatian pemkab. Semuanya bertujuan untuk membangun pendidikan berkualitas.

Program baik yang bersifat fisik maupun non fisik telah dilaksanakan. Untuk memberi kemudahan akses pendidikan, pemkab memberikan beasiswa bagi siswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi (PT).

Di jenjang SD, ada 160 anak yang mendapatkan beasiswa. Satu anaknya mendapat bantuan Rp 1 juta. Jenjang SMP nominalnya lebih tinggi lagi. Ada 130 anak yang memperoleh beasiswa Rp 1,5 juta satu orang.

Sedangkan di jenjang SMA, ada 100 siswa yang memperoleh beasiswa. Besaran per siswanya, Rp 2 juta. Yang terbaru, pemkab juga memberikan beasiswa jenjang PT bagi warga Rembang. Total ada 41 warga yang mendapatkan beasiswa kuliah dan biaya hidup. Mereka tersebar di beberapa PT, baik di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jogjakarta.

”Harapan kami orang tua juga memberi motivasi lebih ke anaknya agar berprestasi, karena dibiayai oleh pemkab,” jelasnya.

Soal sebaran guru, diakuinya memang belum merata. Banyak guru yang menumpuk di wilayah kota. Strategi yang dilakukan pemkab, melakukan pemetaan pendistribusian guru. Hal itu, didukung dengan akan adanya program E-Distribusi guru dari Kemendikbud. Pemkab berharap sebaran guru bisa merata, mulai dari kota hingga ke daerah pegunungan.

Di sisi fisik, berbagai sarana dan prasarana di satuan pendidikan telah dibangun. Dananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK), bantuan dari provinsi dan anggaran dari pemkab sendiri.

Kegiatan non fisik itu, diantaranya terdiri dari rehab ruang kelas SD sebanyak 242 lokal. Di jenjang SMP, rehab dilakukan pada 58 lokal. Ditambah penambahan koleksi perpustakaan SD sebanyak 183 paket.

(ks/lid/ali/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia