Minggu, 22 Oct 2017
radarkudus
icon featured
Grobogan

Minim Taman Bersejarah

Kamis, 14 Sep 2017 10:50 | editor : Ali Mustofa

DIBANGUN: Taman Bundaran Getas, Purwodadi diperbaiki Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grogogan kemarin.

DIBANGUN: Taman Bundaran Getas, Purwodadi diperbaiki Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grogogan kemarin. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

PURWODADI – Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang mengandung nilai sejarah dan edukasi masih minim. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan akan membuat patung Pangeran Diponegoro di Taman Bundaran, Getas, Purwodadi.

Plt Kepala DLH Grobogan Ahmadi Widodo melalui Kabid Tata Lingkungan Tri Retno Indriati menerangkan, minim RTH ini dimanfaatkan untuk membangkitkan nasionalisme.  “RTH di Grobogan masih di bawah permen PU. Minimal 20 persen, namun ini baru memiliki 12,7 persen. Ketentuan RTH seharusnya 30 persen, dimana 20 persen untuk RTH publik dan 10 persen untuk RTH perumahan,” paparnya kemarin.

Melalui perbaikan taman kota tersebut diharapkan menambah RTH di Kabupaten Grobogan. “Awalnya mengusulkan pengembangan taman. Melihat daerah lain mendirikan patung di setiap sudut taman kota, kami ingin mengadposi hal tersebut. Terlebih selama ini belum ada,” keluhnya.

Tahun ini ada pengembangan Taman Getas senilai Rp 200 juta. Dana itu untuk landscape dan taman. Selain itu, ada Rp 200 juta untuk pembuatan patung dan tata lampu.

“Taman Getas ini dipilih karena sudah lama tidak dilakukan rehab. Taman ini diklaim berdiri setelah kemerdekaan. Kemudian, sempat dilakukan rehab sekali. Itupun sudah lama dan hanya rehab bagian pagar keliling. Tanaman hanya diberi beberapa saja,” paparnya.

Sebelumnya patung yang berdiri tidak mewujudkan salah satu sosok pahlawan perjuangan nasional. Setelah dilakukan pengembangan akan dibangun patung Pahlawan Diponegoro karena mudah diingat. “Kami ingin menambah wawasan anak-anak untuk mengenal sejarah melalui pahlawan nasional,” harapnya.

Selain taman kota, tahun depan akan ada anggaran senilai Rp 400 juta untuk membuat taman batas kota. Anggaran tersebut untuk pembuatan minimal dua taman batas kota. “Salah satu yang akan dibuat di perbatasan Grobogan dengan Sragen. Karena kondisi saat ini hanya ada tugu kecil yang kurang terawat. Kami mengutamakan itu terlebih dahulu,” ungkapnya.

(ks/int/ris/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia