Rabu, 20 Sep 2017
radarkudus
Kudus

Sapamaba UMK Diikuti 2.078 Mahasiswa

Rabu, 13 Sep 2017 11:17 | editor : Panji Atmoko

SIDANG SENAT: Rektor Universitas Muria Kudus Dr. Suparnyo, S.H., M.S., memimpin sidang senat penerimaan mahasiswa baru Tahun Ajaran 2017/2018 di Auditorium UMK kemarin.

SIDANG SENAT: Rektor Universitas Muria Kudus Dr. Suparnyo, S.H., M.S., memimpin sidang senat penerimaan mahasiswa baru Tahun Ajaran 2017/2018 di Auditorium UMK kemarin. (HALIMATU HILDA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) menyelenggarakan sapamaba Tahun Ajaran 2017/2018. Sapamaba diikuti hampir 2.078 mahasiswa yang digelar di Auditorium UMK kemarin.

Sapamaba universitas yang memiliki visi Santun, Cerdas, Berjiwa Wirausaha ini menjadi awal kegiatan orientasi kampus kepada para mahasiswa baru. Diungkapkan Rektor UMK Dr H. Suparnyo, S.H., M.S., saat ditemui usai sidang senat penerimaan mahasiswa baru Tahun Angkatan 2017/2018, orientasi ini sebagai cara mengenalkan budaya kampus.

”Status mahasiswa baru ini adalah masa peralihan dari status pelajar. Ketika masih pelajar, pendidikannya terbiasa teacher center learning. Sedangkan menginjak di perguruan tinggi, haruslah student center learning,” ungkapnya.

Perubahan ini menandakan dalam pembelajaran di universitas, mahasiswa harus aktif untuk mencapai kompetensi diri. Kompetensi inilah yang nantinya membuat mahasiswa bisa mengubah kehidupannya menjadi lebih sukses, sejahtera, dan mampu bersaing di tingkat global.

”UMK menjadi pilihan tepat, Universitas ini menjadi jalan kesuksesan untuk mahasiswa dalam meningkatkan taraf hidup, karir, status sosial, dan ekonomi. Jika mahasiswanya betul-betul dan bersungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas diri,” tuturnya.

Universitas yang berada di Jalan Gondang Manis, Bae, tersebut, membekali setiap mahasiswanya dari sisi hard skill dan soft skill. Hard skill diperoleh dari nilai-nilai perkuliahan. Sedangkan soft skill adalah nilai-nilai diri seperti integritas mahasiswa yang bisa digunakan dalam dunia kerja nantinya.

”Nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, menghargai pendapat orang lain, dan kemampuan berkomunikasi merupakan bagian dari soft skill. Kedua skill ini yang menjadi mahasiswa bisa berkompetisi di perusahaan atau masa depan,” imbuhnya.

Selain pengembangan kualitas diri mahasiswa, pihaknya juga memberikan bekal entrepreneurship  bagi seluruh mahasiswa. Dasar dari pengembangan jiwa kewirausahaan ini, pangsa pasar di dunia kerja tidak sebanding dengan lulusan perguruan tinggi.

”Dari sinilah, kami memberikan kesempatan mahasiswa untuk praktek kewirausahaan. Dan kami juga memberikan ruang bagi para mahasiswa menampilkan usaha-usaha yang telah dirintis dalam bentuk pameran,” jelasnya.

Ditambahkan Wakil Rektor I Dr. Murtono M.Pd., Sapamaba Tahun Ajaran 2017/2018 diikuti 2.078 mahasiswa. Jumlah mahasiswa ini dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan sekitar 10 persen.

”Begitu juga dengan mahasiswa pasca sarjana. Tahun ini ada 80 mahasiswa untuk S2,” kata Murtono.

Peningkatan ini memberikan pertanda bahwa masyarakat semakin mempercayakan UMK sebagai universitas untuk pengembangan diri. Ini sesuai dengan visi dan misi UMK yakni santun, cerdas, dan berjiwa wirausaha.

”Visi misi ini sebagai implementasi dari Gusjigang. Sehingga, mahasiswa UMK akan memiliki kompetensi untuk persaingan di dunia kerja,” jelasnya.

Bahkan, harapannya akan semakin banyak lulusan yang mampu membuka lapangan pekerjaan. Dari informasi yang didapat, beragam usaha yang dibuka oleh lulusan UMK dan itu sangat prospektif. ”Ada mahasiswa yang sudah merintis bisnis kelinci. Dari bisnis ini, ternyata dia bisa membiayai sekolah adik-adiknya. Harapannya, lulus dari UMK tidak ada yang menganggur,” tuturnya. 

(ks/lil/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia