Rabu, 22 Nov 2017
radarkudus
icon featured
Sportainment

PSIR Tahan Imbang Tuan Rumah Persis di Laga Pemungkas

Selasa, 12 Sep 2017 11:55 | editor : Panji Atmoko

SERI TAPI SERU: Tampil di hadapan pendukung Persis, PSIR (hitam) mampu menahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1.

SERI TAPI SERU: Tampil di hadapan pendukung Persis, PSIR (hitam) mampu menahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1. (Iswara/radar solo)

SOLO – Laga pemungkas penyisihan grup 4 Liga 2 antara Persis Solo menjamu PSIR Rembang berakhir imbang 1-1 di Stadion Manahan sore kemarin. Upaya Persis yang menerapkan formasi berbeda dengan merotasi pemainnya tidak berjalan mulus. Namun demikian, hasil imbang itu mengukuhkan posisi Laskar Sambernyawa-julukan Persis-sebagai runner up grup 4.

Pelatih Persis Widyantoro menepati janjinya untuk melakukan rotasi pemain. Sejumlah nama dimasukkan sebagai starter. Seperti Hendri Aprilianto, kiper M Fauzan Jauhar, dan Egy Ardi. Formasi yang dimainkan adalah 3-5-2. Namun, Persis justru sering mendapat tekanan dari PSIR. PSIR yang dimotori Koko Hartanto serta Ananias Fingkreuw mendapat kesempatan mencetak gol lebih banyak.

Petaka Persis datang di menit ke-39. Bermula dari umpan lambung sektor kiri pertahanan Persis, bola menyentuh tangan bek Ikhwan Ciptady. Wasit Sondi Pratama langsung menunjuk titik putih. Koko yang melakukan eksekusi penalti sukses menjalankan tugasnya. PSIR unggul 0-1 hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Wiwid melakukan pergantian dua pemain sekaligus. Egi digantikan M Wahyu, lalu Ikhwan digantikan Rudiyana. Skema permainan kembali ke formasi baku 4-4-2. Wiwid juga menarik Agung Supriyanto digantikan Dedi Cahyono. Persis pun mulai menemukan permainannya.

Persis akhirnya mendapat peluang menyamakan skor. Bermula dari kemelut di depan gawang, kiper PSIR Okta Wahyu menjatuhkan Tri Handoko di kotak penalti. Dia bahkan diganjar kartu merah setelah mendapat kartu kuning kedua. Okta digantikan salah seorang pemain belakang PSIR. Tri Handoko langsung mengeksekusi penalti dengan sempurna. Skor 1-1 bertahan hingga peluit akhir pertandingan.

Wiwid mengaku sengaja melakukan eksperimen mengubah formasi menjadi 3-5-2. Tujuannya untuk menjajal kemampuan pemain yang jarang tampil. ”Formasi ini memang untuk strategi main tandang kita. Dari segi permainan memang sesuai harapan, tapi kita sempat kecolongan dulu,” jelas Wiwid.

Sementara itu, Pelatih fisik PSIR David Prisma mengaku cukup puas dengan hasil akhir. Pertandingan itu sebagai persiapan jelang babak playoff. ”Kami puas dengan hasil ini. Sekarang kami akan mempersiapkan untuk playoff meskipun belum tahu kapan jadwalnya. Semoga apa yang ditampilkan sore hari ini bisa dipertahankan,” jelasnya.

(ks/ful/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia