Senin, 25 Sep 2017
radarkudus
Rembang

Hasil Investigasi Pasar Sarang Dilaporkan Bupati

Selasa, 12 Sep 2017 12:30 | editor : Ali Mustofa

UKUR SAMPEL: Dari kanan, Inspektur Inspektorat Fahrudin dan Wartono yang saat itu masih menjadi Staf Ahli Bupati mengukur sampel potongan rolling door saat sidak di Pasar Sarang.

UKUR SAMPEL: Dari kanan, Inspektur Inspektorat Fahrudin dan Wartono yang saat itu masih menjadi Staf Ahli Bupati mengukur sampel potongan rolling door saat sidak di Pasar Sarang. (KHOLID HAZMI/RADAR KUDUS)

KOTA – Inspektorat telah menyerahkan hasil investigasi persoalan Pasar Sarang pada Bupati Rembang. Hasilnya, tidak ada perjanjian tertulis ketika aset di Pasar Sarang dimanfaatkan oleh swasta atau pedagang. Sehingga, pemeriksaan ketebalan rolling door yang dikeluhkan pedagang tak bisa dilakukan karena tidak ada dokumen perjanjian.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Rembang Fahrudin menjelaskan, pengelolaan aset daerah semua harus berdasarkan ketentuan. Dalam konteks Pasar Sarang, seharusnya ketika aset diserahkan ke pedagang untuk pemenafaatan, disertai dengan perjanjian.

Perjanjian yang dimaksud antara dinas terkait dalam hal ini Dinperindagkop dan UMKM dengan pedagang. Dia menegaskan tidak ada perjanjian hitam di atas putih ketika penyerahan pemanfaatan aset ke swasta. Padahal, sesuai aturan harusnya hal tersebut dilakukan.

”Pengelolaan aset daerah semua harus sesuai prosedur. Bukan secara tiba-tiba setelah Pak Bupati mendisposisikan. Mestinya dari dinasnya harus menjabarkan. Bukan langsung diserahkan ke pihak ketiga,” ungkapnya.

Selain itu, tidak ada perjanjian antara pihak ketiga dengan masyarakat. Perjanjian yang dimaksud, dalam pembangunan kios pasar yang menggunakan dana dari pedagang sendiri. Sehingga Inspektorat tidak bisa melakukan pemeriksaan atau pencocokan dokumen dengan kenyataan.

”Kami tidak bisa memeriksa. Karena tidak ukuran perjanjian antara pihak ketiga dengan masyarakat. Kami memeriksa berdasarkan catatan. Dokumen perjanjian kita cocokkan dengan kenyataan,” imbuhnya.

Sebelumnya, beberapa pedagang menduga ada pengurangan ketebalan rolling door dalam pembangunan kios di Pasar Sarang. Dugaan itu kemudian dilaporkan dan ditindaklanjuti oleh Inspektorat.

Dengan demikian, Fahrudin mengungkapkan penyelesaian masalah tersebut dikembalikan lagi ke dinas terkait. Pihaknya juga sudah melaporkan hasil investigasi tersebut ke bupati. Dia berharap, apa yang terjadi di Pasar Sarang harus menjadi pembelajaran dalam pemanfaat aset milik daerah. ”Sudah kami naikkan ke Pak Bupati,” pungkasnya.

(ks/lid/ali/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia