Selasa, 21 Nov 2017
radarkudus
icon featured
Rembang

Dalami Adanya Penadah Lain

Selasa, 12 Sep 2017 13:15 | editor : Ali Mustofa

BARANG BUKTI: Belasan sak pupuk subsidi hasil penggelapan berhasil diamankan sebagai barang bukti.

BARANG BUKTI: Belasan sak pupuk subsidi hasil penggelapan berhasil diamankan sebagai barang bukti. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

KOTA – Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang intensive memeriksa kasus  penggelapan dan penadahan pupuk subsidi jenis SP 36. Dari keterangan penadah, pupuk subsidi telah terjual sebanyak 9 karung. Hingga kemarin polisi masih mendalami kemungkinan adanya penadah lain, , mengingat sopir truk belum dibekuk.

Kanit III Reskrim Polres Rembang Iptu Al Sutikna menjelaskan, dari keterangan penadah bernama Syihabuddin Ma'sum, 36, warga Desa Sedan, Kecamatan Sedan mengaku menerima sebanyak 151 karung pupuk. Namun telah terjual di gudang miliknya sebanyak 9 karung.  Sehingga yang masih tersisa dan sudah diamankan ada 142 karung.

”Penadah menjualnya Rp 100 ribu per sak, sesuai harga normal yang diterima dari tersangka,” ungkapnya kemarin.

Dari hasil pemeriksaan juga diketahui jika penadah mengetahui pupuk yang dibeli merupakan illegal atau hasil sebuah kejahatan. Hal ini terungkap dari keterangan Kamid warga Desa Kedungringin, Sedan selaku perantara.

”Harusnya setelah empat hari Pak Shihabudin melaporkan kalau barang itu illegal dan mengembalikannya, supaya tidak terjadi permasalahan,” terangnya.

Tetapi sebaliknya penadah tetap melakukan penyimpanan di gudang. Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan pasal 480. Dengan ancaman hukuman yang diberikan yakni 5 tahun ke atas.

Sementara tersangka lain yang bertugasnya mengangkut, membawa pesanan, melansair dan perantara dikenakan pasal 372 dengan ancaman hukuman 7 tahun ke atas. Diantaranya, Kamid, Sukirno, 41, warga Desa Sidowayah, Kecamatan Pancur dan Kumari, 35, warga Desa Kumbo, Sedan.

”Penyelidikan yang kami lakukan sementara belum ada yang mengarah menjual penadah lain dengan kata lain pengakuan tersangka baru satu kali. Apalagi otak pelaku Muh. Kholili statusnya masih DPO. Sehingga belum dapat diketahui apakah sebelumnya pernah melakukan kejahatan serupa, mengingat belum dilakukan pemeriksaan.

Seperti diketahui bersama kasus ini terungkap bermula dari kendaraan tronton yang mengangkut pupuk jumlahnya mencapai 52 ton dari Surabaya ke Karawang, Jabar. Namun sesampainya di Pamotan, Rembang sopir  merekayasa.

Dengan menurunkan dan menjual 49 ton muatan di daerah sepanjang jalan yang dilalui. Sementara sisinya 4 ton tetap dibawa menuju Karawang, Jabar. Namun sebelum sampai tempat tujuan, seakan-akan truk seolah-olah dibuat kecelakaan di Batang.

Setelah dilakukan penyeledikan dan dicek pemilik pupuk PT Petro Kimia, Gresik dan perusahaan ekspedisi PT. Jaya Utama Transindo ada rekayasa. Informasi ditemukan penjualan sebelumnya di sepanjang wilayah Kabupaten Rembang. Hasilnya ditemukan ada 49 ton pupuk atau sebanyak 142 sak yang berhasil diamankan.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia