Rabu, 20 Sep 2017
radarkudus
Rembang

Tutup HUT Kemerdekaan dengan Bersalawat

Selasa, 12 Sep 2017 10:50 | editor : Ali Mustofa

LANTUNKAN SALAWAT: Dari kanan, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, Bupati Rembang Abdul Hafidz, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Ketua DPRD Rembang Majid Kamil melantunkan salawat bersama.

LANTUNKAN SALAWAT: Dari kanan, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, Bupati Rembang Abdul Hafidz, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Ketua DPRD Rembang Majid Kamil melantunkan salawat bersama. (KHOLID HAZMI/RADAR KUDUS)

KOTA – Pengajian umum bertajuk Rembang Bersalawat digelar di alun-alun pada Minggu (10/9) malam. Pengajian tersebut digelar sebagai penutup berbagai rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-276 Kabupaten Rembang, HUT ke-72 RI dan Hari Raya Idul Adha 1438 H.

Ribuan umat muslim sudah memadati Alun-Alun Kota Rembang sejak usai salat maghrib. Mayoritas mengenakan pakaian serba putih. Termasuk syecher mania, sebutan bagi penggemar Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Semakin malam, kawasan alun-alun semakin padat. Masyarakat duduk lesehan di lapangan alun-alun dan sekitarnya. Hampir semua sudut alun-alun dipenuhi warga yang mengikuti pengajian.

Begitu Habib Syech melantunkan salawat, masyarakat mengikutinya. Atribut bendera khas syecher mania pun dikibarkan. Mengiringi salawat yang dilantunkan. Lebih dari sepuluh judul salawat dilantunkan malam itu. Diantaranya Ya Hanana dan salawat Asnawiyyah.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengungkapkan, pengajian tersebut diharapkan bisa menjadi momentum untuk menata dan memperbaiki diri. Sekaligus memperkuat dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan. Hafidz sendiri berharap pengajian tersebut dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.

”Kehadiran Habib Syech dapat memberikan siraman rohani. Sekaligus membawa Rembang menjadi daerah yang aman, religius dan sejahtera,” ungkapnya.

Hafidz juga mengungkapkan rasa syukurnya karena pemerintah tetap memperbolehkan sekolah enam hari. Sebab, banyak masyarakat Rembang yang menolak penerapan lima hari sekolah.

”Hari ini Pak Gubernur mempersilakan sekolah enam hari. Ini kata gubernur, silahkan yang penting maju,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan trasnportasi menjadi masalah utama penerapan lima hari sekolah di Jawa Tengah (Jateng). Hal itulah, yang menurutnya banyak masyarakat di Jateng menyampaikan penolakan lima hari sekolah.

”Sudah saya sampaikan ke Pak Presiden, jika problem yang ada di Jawa Tengah, angkutannya sulit saat pulang,” jelasnya.

(ks/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia