Kamis, 14 Dec 2017
radarkudus
icon featured
Pati

Empat Desa Belum Dapatkan Air Bersih

Selasa, 12 Sep 2017 12:05 | editor : Ali Mustofa

ANTISIPASI KEMARAU PANJANG: Bupati Haryanto memimpin rfapat koordinasi antisipasi kemarau panjang dan penyaluran bantuan air bersih di Pendopo Kabupaten Pati, kemarin.

ANTISIPASI KEMARAU PANJANG: Bupati Haryanto memimpin rfapat koordinasi antisipasi kemarau panjang dan penyaluran bantuan air bersih di Pendopo Kabupaten Pati, kemarin. (HUMAS PEMKAB PATI FOR RADAR KUDUS)

KOTA – Sebanyak 58 desa dari tujuh kecamatan mengajukan bantuan air bersih. Pengajuan tersebut menyusul mengeringnya sumber-sumber air pada musim kemarau ini.

Tujuh kecamatan tersebut diantaranya, Kecamatan Gabus, Jakenan, Batangan, Sukolilo, Kayen, dan Pucakwangi. Sebagian besar desa sudah mendapatkan bantuan air bersih. Masing desa mendapatkan dua tangki air bersih. Namun sejumlah desa masih belum mendapatkan bantuan akses air bersih. Sedikitnya ada empat desa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pati Sanusi Siswoyo menerangkan permohonan bantuan air bersih yang belum direalisasikan hingga kini ada di Kecamatan Pucakwangi. Diantaranya, Sitimulyo, Lumbungmas, Menon dan lainnya.

Pihaknya mengaku sudah menjalankan rapat koordinasi dengan sejumlah instansi pemangku kepentingan. Meliputi BPBD, Bagian Kesra Setda, PDAM, DPU PR, dan PMI Cabang Pati.

Rakor tersebut dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan kemarau tahun ini akan lebih panjang. Status saat ini masih siaga kekeringan. Pihaknya mengaku tengah fokus penyaluran bantuan air bersih.

Bupati Haryanto dijadwalkan bakal turun ke desa-desa untuk meninjau zona kering. Ia juga akan memantau langsung penyaluran air bersih ke desa-desa,

“Jadi selain menggagas Rakor dan  mengkoordinir bantuan dari Pemkab serta sumbangan air dari pihak swasta dan Ormas, saya merasa perlu untuk terjun langsung memantau distribusinya agar tepat sasaran,” ujar Haryanto.

Pemkab melalui BPBD Pati menganggarkan untuk alokasi 400 unit tangki. PMI juga diharapkan turut membantu karena pengalaman sebelumnya membantu hingga ribuan tangki.

Pihaknya mengaku segera meminta bantuan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana menggelontorkan air Waduk Kedungombo. Dia berharap penggelontoran air dapat dipercepat.

Ini agar tidak mengganggu proses cocok tanam petani. Sekalipun waktu masa tanam tak maju, kata dia, tapi penggelontoran air diminta dimajukan.

 “Saya minta agar penggelontoran air yang semula dijadwalkan pada 1 Oktober untuk dimajukan agar tidak puso. Ini menanggapi permintaan petani karena Sngai Juwana mulai mengering,” tambah dia. 

(ks/him/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia