Jumat, 22 Sep 2017
radarkudus
Blora

Minta Maaf Tak Hadir di Sosialisasi Kebencanaan

Senin, 11 Sep 2017 10:45 | editor : Ali Mustofa

BERDIALOG: Bupati Blora Djoko Nugroho mengajak seorang siswi berdialog dengan Gubernur Jawa Tengah kemarin malam.

BERDIALOG: Bupati Blora Djoko Nugroho mengajak seorang siswi berdialog dengan Gubernur Jawa Tengah kemarin malam. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

KOTA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan permintaan maaf karena tak bisa hadir dalam sosialisasi kebencanaan di Blora. Permintaan maaf tersebut, disampaikan saat pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Warseno Slenk.

 “Mohon maaf yang sebesar-besarnya. sebenarnya sudah beberapa hari lalu saya jadwalkan, Terima kasih BNPB atas respons cepatnya. Kami bangga betul karena BNPB respons atas kesulitan di Jawa Tengah,” ungkap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui video conference yang disaksikan langsung Bupati Blora Djoko Nugroho, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho dan BPBD Jawa Tengah serta masyarakat setempat.

Gubernur menambahkan, Blora merupakan salah satu kabupaten yang sangat aktif menyampaikan kegiatannya. “Hampir setiap detik saya mengikuti perkembangan di Blora tanpa harus kontak langsung dengan bupati. Setiap hari saya mengikuti perkembangan lewat media sosial, bupati (Djoko Nugroho) terima kasih, top-top,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar Pranowo juga sempat berdialog dengan tiga pelajar yang kebetulan menonton acara wayangan tersebut. Semuanya terkait kebencanaan. Selanjutnya, atas keberanian para siswa tersebut gubernur memberikan Simpanan Pelajar (Simpel). Pertama Yuni, Intan dan Cendi.

Bupati Blora Djoko Nugroho dalam kesempatan itu tampak sumpringah dan senang sekali atas teleconference bersama Gubernur Jawa Tengah. Selain itu, atas kekocakan anak-anak yang berdialog langsung dengan senag gubernur. “Terima kasih pak gubernur,” ungkapnya.

(ks/sub/ali/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia