Sabtu, 23 Sep 2017
radarkudus
Jepara

Kepala Desa Mororejo Ikut Benyanyi

Senin, 11 Sep 2017 11:35 | editor : Ali Mustofa

DUET DANGDUT: Kepala Desa Mororejo Kusripah duet bersama dalang. Mereka menyanyikan lagu “Dinding Kaca” pada Jumat (8/9) malam.

DUET DANGDUT: Kepala Desa Mororejo Kusripah duet bersama dalang. Mereka menyanyikan lagu “Dinding Kaca” pada Jumat (8/9) malam. (NOVA ISNENDY/RADAR KUDUS)

MLONGGO – Penutupan acara sedekah bumi Desa Mororejo, Mlonggo, kian meriah. Ini lantaran petingginya duet bersama dalang. Keduanya menyanyikan lagu dangdut berjudul Dinding Kaca dan Mandul. Warga pun lantas bersorak gembira melihat aksi orang nomor satu di desa tersebut.

Sebelum menyanyi, Kepala Desa Mororejo Kusripah menyerahkan hadiah pertandingan bola voli yang telah diselenggarakan pada Kamis (7/8) hingga Jumat (8/9) lalu. Hadiah diserahkan kepada tim senior Putu Samudra Dukuh Jubel sebagai juara I dan juara II diserahkan kepada Putra Samudra. Kategori yunior juara I diraih Putra Samudra Dukuh Krajan, sedangkan juara II diraih Putu Samudra. 

Setelah menyanyi, dalang Ki Hadi Purwanto bersama 35 tim memulai acara pagelaran wayang kulit. Dalang membawa lakon Wayange Wahyu Katentreman (Sekar Pudhak Tunjang Biru). Pagelaran wayang ini menceritakan tentang suasana negara sedang porak-poranda. Yang bisa mengembalikan suasana seperti semula yakni wahyu katentreman.

”Acara berlangsung dari pukul 21.00 hingga pukul 03.00. Semalam suntuk. Bintang tamu pelawak kondang asal Pati,” ungkap Kusripah.

Kusripah menjelaskan, kegiatan sedekah bumi ini agenda rutin di desanya. Sebab masyarakatnya kebanyakan petani dan nelayan, sehingga warga banyak mengandalkan hasil bumi. Selain itu kegiatan ini bentuk syukur dari warga karena telah dilimpahi banyak kebaikan dan rizki melimpah.

Dia mengatakan, acara puncak sekaligus menjadi penutup rangkaian acara sedekah bumi dan HUT ke-72 RI ini. Dengan harapan warga Mororejo mendapat keberkahan, kesehatan, hasil bumi melimpah, dan ekonomi semakin membaik. Selain itu dia berharap antarwarga semakin rukun, hidup berdampingan dengan baik, dan saling tolong menolong. ”Semoga desa kami kian maju,” harapnya.

Ke depan dia berharap dapat menyelanggarakan sedekah bumi lebih meriah dari tahun ini. Rencananya tahun depan mengundang Tayuban. Tujuannya untuk menghidupkan kesenian Tayub di Jepara. ”Dulu dayang di desa ini senang dengan pagelayaran tayub. Untuk itu kami hidupkan kembali. Semoga masyarakat terhibur,” imbuhnya. 

(ks/mal/zen/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia