Rabu, 20 Sep 2017
radarkudus
Grobogan

Rp 164 Juta untuk Bantu Logistik Kebakaran

Jumat, 08 Sep 2017 10:05 | editor : Ali Mustofa

BERJIBAKU: Petugas pemadam kebakaran dibantu warga berusaha memadamkan api saat kebakaran rumah di Desa Curut, Penawangan, baru-baru ini.

BERJIBAKU: Petugas pemadam kebakaran dibantu warga berusaha memadamkan api saat kebakaran rumah di Desa Curut, Penawangan, baru-baru ini. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Selama sembilan bulan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan mencatat ada 42 kebakaran di Kabupaten Grobogan. Musim kemarau disertai angin membuat api cepat menyambar.

Kepala BPBD Grobogan Agus Sulaksono melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Budi Prihartoro mengatakan, dalam kurun waktu Januari hingga September ada 42 kejadian kebakaran. Jumlah itu, menyebabkan ratusan rumah hangus.

Rinciannya, pada Januari dan Februari tidak ada kejadian. Kemudian Maret ada empat kejadian, April ada enam kebakaran, Mei tiga kebakaran, Juni enam kebakaran, Juli ada delapan kebakaran, Agustus ada tujuha kebakaran, dan September hingga kemarin (7/9) ada delapan kebakaran.

”Dari 42 kejadian kebakaran tersebut, rata-rata terjadi karena pemiliknya meninggalkan dapur lupa dimatikan. Disusul karena bediang ternak. Selain itu, karena korsleting listrik, akibat pemilik rumah menambah sendiri saluran listrik,” tandasnya.

Dijelaskan, selain faktor kelalaian manusia, faktor cuaca juga mempengaruhi. ”Terlebih saat ini kemarau panjang disertai angin kencang. Hal ini memudahkan api menyala dan merambat,” terangnya.

Akibat musibah itu, pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik maupun uang ”Kami telah menyalurkan bantuan ke sembilan korban. Selain itu, 10 korban kebakaran kami sedang usulkan ke DPPKAD Grobogan,” katanya.

Dia menuturkan, santunan kebakaran masing-masing korban mendapat Rp 2,5 juta. Sedangkan untuk bantuan dari BPBD provinsi biasanya lebih besar nominalnya. Namun, syaratnya harus lebih dari lima rumah yang mengalami kebakaran di satu lokasi. Kemudian tim verifikasi provinsi mengecek. Kemudian baru ditentukan jumlah bantuan.

Sedangkan untuk bantuan logistik, BPBD hanya memiliki anggaran Rp 164 juta. Awalnya hanya mendapatkan Rp 132 juta untuk keperluan logistik korban. Namun, bertambah pada APBD Perubahan, menjadi Rp 164 juta. 

(ks/int/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia