Rabu, 27 Sep 2017
radarkudus
Features
Juara II Lomba Cipta Kriya Tekstil Nasional

Unggul dengan Motif Baru, Bunga Rimbang dan Mantingan

Sabtu, 02 Sep 2017 10:35 | editor : Ali Mustofa

Amin Fahrudin

Amin Fahrudin (Dok. Pribadi)

Meski belum lama menekuni usaha tenun, namun Amin Fahrudin berupaya memberikan sentuhan berbeda dalam tenun Troso yang diproduksinya. Salah satunya mengangkat motif unik. Beberapa waktu lalu, dia sempat ikut berkompetisi dan meraih juara II lomba cipta kriya tekstil tingkat nasional.

 FEMI NOVIYANTI, Jepara

 LELAKI bernama lengkap Amin Fahrudin ini mulai menekuni usaha tenun Troso sejak 2013 lalu. Sejak awal, dia tak ingin sekadar memproduksi kain tenun dalam jumlah banyak dan sukses dalam penjualan. Lebih dalam lagi, Amin ingin memberi ciri khas pada kain tenun yang diproduksinya.

Hal tersebut diwujudkan dengan membuat motif yang berbeda dari yang ada di pasaran. Motif itu diangkatnya dari kearifan lokal di Jepara. Pria yang tinggal di RT 1 RW 1 Desa Beringin Kecamatan Batealit tersebut menceritakan, dua tahun terakhir bersama tim kreatifnya konsen membuat desain tenun khas Jepara yang berbeda. Dia memasukkan beberapa motif baru untuk dikenalkan ke pasaran.

Motif tersebut, di antaranya, motif bunga rimbang, motif mangrove, motif bunga pandan, motif tiga putri hingga motif mantingan. ”Hal ini kami lakukan sebagai upaya untuk mengenalkan tenun Jepara yang memiliki desain khas,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Berkat ketekunannya menciptakan motif-motif baru itu, dia mendapat prestasi yang membanggakan. ”Tahun ini ada lomba cipta kriya tingkat nasional dengan dua kategori, yakni kategori tekstil dan kayu. Saya ikut yang kategori kriya tekstil,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Dalam lomba yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Pemkab Jepara tersebut, Amin mengusung kain tenun Troso dengan motif bunga rimbang. ”Ini menjadi kali pertama saya ambil bagian dalam perlombaan. Tujuan saya supaya kain tenun ikat dengan motif yang unik dan berbeda bisa dikenal luas,” jelasnya.

Laki-laki yang juga aktif di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jepara tersebut melanjutkan, bunga rimbang sendiri dipilih karena bunga tersebut dulu banyak ditemukan di lingkungannya. Hanya saja saat ini hampir tidak lagi ditemukan. ”Karena itu saya ingin mengabadikannya,” ujarnya.

Selain unggul dengan motif, kain yang dibuat khusus untuk mengikuti lomba tersebut juga diberi sentuhan pewarnaan yang berbeda. ”Saya pakai pewarna alam dari mahoni dan buah jolawe,” jelasnya.

Untuk membuat kain berukuran 110 x 220 sentimeter itu, dia membutuhkan waktu sekitar satu bulan. ”Mulai desain sampai pengerjaannya. Cukup lama karena saya masih kesulitan cari bahan untuk pewarnaan. Harus mencari di luar daerah dulu,” ujarnya.

Meski begitu, Amin mengaku puas dengan karya yang diciptakannya. Di ajang itu dia bersaing dengan para peserta dari berbagai daerah yang juga unggul dengan tekstil masing-maisng. ”Kalau saya melihat sekilas, karya peserta lain bagus-bagus hanya saja motifnya masih umum,” katanya.

Mengenai tahapan lomba yang diikutinya sendiri, Amin harus melewati dua tahap seleksi. ”Pengumuman hasil seleksi kedua diumumkan bersamaan dengan seminar kreatifitas yang digelar panitia lomba. Bersyukur bisa meraih juara II. Ke depan harapannya bisa terus menciptakan karya-karya yang berkualitas,” imbuhnya.

(ks/lil/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia