Rabu, 22 Nov 2017
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Sempat Canggung Perempuan Sendiri

Sabtu, 02 Sep 2017 12:00 | editor : Ali Mustofa

Imass Atmajendra Igiarini

Imass Atmajendra Igiarini (DOK. PRIBADI)

TERASA istimewa saat Imass Atmajendra Igiarini menjadi polisi wanita (polwan). Sebab tak disangka, kali pertama masuk kepolisian 2015 lalu langsung diterjunkan di bagian Satuan Sabhara Polres Grobogan.

Tak mudah baginya. Namun, banyak pengalaman yang didapatkan. Bahkan membutuhkan mental kuat setiap tugasnya. Kala itu dia kerap ikut bertugas razia minuman keras (miras) hingga pekerja seks komersial (PSK).

 “Awalnya masuk Sahbara sendiri, tidak ada teman satu angkatan. Kemudian di sana personelnya pria semua. Bingung dan canggung saat masuk kali pertama. Butuh waktu untuk menyesuaikan dengan lingkungan dan tugas-tugasnya,” kesannya.

Dia mengaku, pernah hujan-hujanan mengejar PSK. Dia juga kerap terkena amarah para PSK. “Sempat salah tangkap, saat itu operasi gabungan. Sampai lari-lari mengejar pengunjung PSK, sudah hujan-hujanan ternyata yang saya kejar anggota Satpol PP,” kata gadis yang tinggal di Dusun Sendang Sari, Desa Tambirejo Kecamatan Toroh ini.

Tak hanya di situ, dia kerap melakukan razia PSK hingga tengah malam. Meski tak kenal waktu, dia bangga karena yang dilakukan untuk menegakkan keadilan. “Saat itu di Gunugrejo karena tempat lokalisasi yang berbentuk kampung. Pada kabur sehingga saya mengejarnya, padahal malam hari,” terangnya.

Selain itu, dia kerap kena marah PSK saat melakukan razia. “Jadi memang harus memiliki mental berani dan tegas. Awalnya saya takut, lama kelamaan harus miliki sikap pemberani. Karena menjadi polwan harus tegas,” ungkapnya.

Semakin ke sini, dia terbiasa. Bahkan setiap razia ia bisa melakukan pendekatan ke setiap orang yang dirazia. Sehingga mempermudah penangkapannya. 

(ks/int/ris/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia