Minggu, 24 Sep 2017
radarkudus
Hukum & Kriminal

Dua Pelaku Pembacokan Dibekuk

Jumat, 01 Sep 2017 10:35 | editor : Ali Mustofa

AMANKAN BARANG BUKTI: Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano memperlihatkan barang bukti sajam yang digunakan pelaku pembacokan.

AMANKAN BARANG BUKTI: Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano memperlihatkan barang bukti sajam yang digunakan pelaku pembacokan. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

PURWODADI – Satreskrim Polres Grobogan berhasil membekuk dua tersangka pembacokan di Desa/Kecamatan Gubug. Keduanya, Sulistyo Arumnomo, 30, warga Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu, dan Lilik Ahmad Faisal, 22, warga Desa Tambaan, Kecamatan Gubug.

Kejadian berawal dari dua korban Muhammad Arif, 21, warga Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu, dan Solikin, 22, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen, Demak, sedang mengisi bensin di SPBU Dukoh. Kedua korban ini bersama tiga saksi teman lainnya mengisi bahan bakar minyak (BBM).

Ketika hendak mau pulang sekitar pukul 00.40 dini hari, mereka nongkrong terlebih dahulu. Beberapa saat kemudian, ada tiga sepeda motor berboncengan lewat SPBU Dukoh. Dua pelaku bersama rombongan tiga sepeda motor tersebut melihat saksi dan berteriak “Kae”. Para pelaku yang terdiri dari enam orang ini memakai masker warna biru, dan bilang “Lha Iki Wonge”. Para pelaku kemudian mengeluarkan senjata tajam berupa parang, celurit, dan pipa untuk menyerang korban.

Melihat ada yang mau menyerang, korban bersama saksi lainnya melarikan diri. Namun apes, kedua korban yang berboncengan menabrak truk yang sedang parkir. Saat terjatuh, korban kemudian dibacok pelaku. Korban sempat menangkis dengan tangan kanan dan pelaku lainnya membacok dengan celurit.

Korban Muhammad Arif mengalami luka sobek jahit 25 jahitan, kepala belakang luka 7 jahitan dan dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gubug. Sedangkan Solikin, alami luka di belakang telinga kanan dan menjalani rawat inap jalan.

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano mengatakan, penangkapan ini berkat kegigihan dan kerja sama yang baik antarsatuan. Penangkapan pelaku dilakukan di kediaman masing-masing tanpa ada perlawanan. ”Barang bukti berupa sajam yang digunakan telah kami amankan. Untuk pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” kata Kapolres didampingi Kabag Ops Kompol Parno dan Kasatreskrim AKP Suwasana.

Kedua pelaku diancam Pasal 170 Ayat (1), Ayat (2) KUHP tentang penganiayaan. Ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. 

(ks/mun/lil/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia