Rabu, 20 Sep 2017
radarkudus
Politik

Akhwan Persiapkan Jalur Perseorangan

Dua Kali Konsultasi Calon Independen ke KPU

Kamis, 31 Aug 2017 16:37 | editor : Panji Atmoko

SIAPKAN JALUR INDEPENDEN: Sejumlah pengurus Partai Nasdem melakukan konsultasi dengan KPU Kudus terkait persyaratan calon perseorangan.

SIAPKAN JALUR INDEPENDEN: Sejumlah pengurus Partai Nasdem melakukan konsultasi dengan KPU Kudus terkait persyaratan calon perseorangan. (AGUS SULISTIYANTO/RADAR KUDUS)

 KUDUS – Sejumlah pengurus Partai Nasdem mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus kemarin. Mereka menanyakan syarat calon perseorangan. Hal itu sebagai antisipasi jika Ketua DPC Partai Nasdem Akhwan tidak mendapatkan rekomendasi dari partai lain.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, sampai saat ini sudah ada tiga orang yang menanyakan tentang calon perseorangan. Terakhir dari pengurus Partai Nasdem. ”Sudah dua kali tim Partai Nasdem datang ke KPU menanyakan soal calon perseorangan,” katanya kemarin.

Pertama, konsultasi terkait calon perseorangan pada Selasa (22/8) lalu. Setelah itu kemarin juga datang lagi dengan menanyakan materi yang sama. Untuk pertemuan kedua memang sebagai konsultasi lanjutan.

Lantas apakah tim tersebut akan mengusung calon perseorangan? Hanafi tidak mengetahui secara pasti. Namun yang jelas siapapun yang ingin mendapatkan informasi terkait apapun di KPU, pihaknya mempersilakan dan akan menjawab sesuai kewenangannya.

Sampai saat ini, sudah ada tiga orang atau tim yang menanyakan terkait calon perseorangan. Pertama tim dari Ketua DPC Perindo Hartoyo. Informasinya Hartoyo sudah mengantongi KTP 25.000 sebagai bentuk dukungan calon perseorangan. Selanjutnya Sugeng Suharto-Sri Berdikari di mana saat datang ke KPU mengaku sebagai pasangan bakal calon bupati-bakal calon wakil bupati. Ketiga yang menyakan soal calon perseorangan dari Partai Nasdem.

Untuk calon perseorangan harus mampu mengumpulkan dukungan lewat pengumpulan E-KTP. Jumlahnya 7,5 persen dari daftar pemilihan tetap (DPT) pemilu sebelumnya, dalam hal ini Pilpres. Jumlah DPT Pilpres 604.305. Artinya calon perseorangan membutuhkan dukungan minimal sekitar 45.000 E-KTP.

Adapun yang hadir di KPU dari Partai Nasdem antara lain, anggota DPRD Kudus dari Nasdem, Superiyanto dan Muhtamat. Selain itu pengurus partai lainnya Sururi Mujib.

Usai konsultasi, Sururi Mujib mengakui kedatanganya untuk menanyakan persyaratan calon perseorangan. Namun saat ditanya apakah kedatangannya mewakili Ketua DPC Partai Nasdem Akhwan, dia tidak tegas menjawab iya atau tidak.

Rombongan pengurus Partai Nasdem ditemui langsung Ketua KPU Kudus Moh Khanafi dan anggota KPU lainnya Dhany Kurniawan. ”Saya memang menanyakan tentang persyaratan calon perseorangan, tapi kan untuk saya sendiri,” jawabnya sambil tertawa.

Seperti diketahui, Akhwan sudah memiliki modal empat kursi. Untuk mendapatkan tambahan kursi, dia juga sudah mendaftar ke beberapa partai yang membuka pendaftaran. Seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Partai Golkar. Akhwan masih butuh lima kursi lagi untuk maju dalam pilkada.

Namun kemarin, sejumlah pengurus Partai Nasdem datang ke KPU Kudus untuk menanyakan calon perseorangan. Sehingga ada anggapan jika tim Akhwan menyiapkan dua skenario maju dalam pilkada, lewat partai politik dan perseorangan. 

 

 

(ks/lis/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia