Selasa, 21 Nov 2017
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Raih Prestasi Lewat Pramuka

Kamis, 31 Aug 2017 10:30 | editor : Ali Mustofa

Lisa Rindi Antika

Lisa Rindi Antika (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

EKTRAKURIKULER pramuka membuat Lisa Rindi Antika tertarik. Dia mulai bergabung sejak duduk di bangku kelas IV MI Sunniyyah 1 Selo. Ketertarikannya di pramuka saat itu, karena menarik dan selalu menciptakan kreativitas serta inovatif.

Keikutsertaan di pramuka itu terus ditekuni hingga bangku SMA. Terlebih kakaknya yang juga aktif di pramuka, sehingga memotivasi untuk aktif. Hal itu yang membuatnya menambah semangat untuk memperdalam di kegiatan pramuka.

“Meski saya tekun di pramuka, orang tua sempat tidak mengizinkan ikut. Karena saya diminta mengurus adik di rumah. Kedua orang tua dan kakak bekerja. Orang tua juga takut peringkat sekolah menurun. Sedangkan di pramuka pulang sore hingga malam,” jelas gadis yang beralamat di RT 5 RW 3, Dusun Selo, Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo ini.

Hal itu tak mematahkan semangatnya. Ia tetap aktif di pramuka, namun ia pandai membagi waktu dan bertanggung jawab dalam tugas-tugasnya. “Setelah saya buktikan dengan peringkat kelas tetap bertahan, orang tua mulai mengizinkan saya untuk tetap aktif di pramuka,” ungkapnya.

   Menurut gadis yang lahir di Grobogan, 2 Juni 2000 ini, bukan pramuka yang salah jika peringkat sekolah menurun. Namun dilihat dari seberapa keras orang itu mau belajar dan berjuang. Bahkan dia mampu menunjukkan aktif di pramuka bukan halangan untuk berprestasi.

   “Malah ikut di pramuka banyak manfaatnya, diantaranya saya jadi memiliki jiwa yang disiplin, rasa tanggung jawab, kepemimpin, melatih keberanian, pedulian kepada sesama, dan pastinya menambah teman dari berbagai daerah,” katanya.

   Bahkan berbagai kegiatan kerap diraihnya. Antaranya kemah bakti, kemah kebangsaan dan gladi widya, Gt Ubaloka, Raimuna cabang, dan persami Saka Bakti Husada.

   “Banyak pengalaman yang bisa saya dapat. Pengalaman yang paling seru kalau lagi kemah itu masalah mandi. Karena waktu yang sedikit dan kadang tidak ada waktu banyak untuk istirahat sangat dipaksakan harus mandi satu sanggar delapan orang. Sehingga harus dibagi empat orang bergantian masuk kamar mandi semua,” kesannya.

(ks/int/ris/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia