Rabu, 20 Sep 2017
radarkudus
Ekonomi

Bikin BUMDes Madu

Rabu, 30 Aug 2017 12:05 | editor : Ali Mustofa

POTENSIAL: Kepala Desa Glagah Kulon Sukarwi menunjukkan madu yang ada dalam tong miliknya kemarin.

POTENSIAL: Kepala Desa Glagah Kulon Sukarwi menunjukkan madu yang ada dalam tong miliknya kemarin. (AGUS SULISTIYANTO/RADAR KUDUS)

DAWE – Badan usaha Milik Desa (BUMDes) Glagah Kulon, Kecamatan Dawe mulai dirintis. Modal awal yang dikucurkan mencapai Rp 70 juta. Apalagi kantornya sudah siap. BUMDes ini akan bergerak dibidang penjualan madu.

Kepala Desa Glagah kulon Sukarwi mengatakan, desanya sejak awal sudah dikenal sebagai sentra produksi madu. Bahkan, dia memiliki usaha madu. Melihat potensi pasarnya, setiap tahun semakin baik. ”Jadi kami ingin BUMDes nantinya bergerak di bidang madu,” katanya.

Untuk saat ini BUMDes belum beroperasi karena dilakukan beberapa persiapan. Pengelolaan BUMDes juga ditekankan profesional. Mengingat keberadaannya sebagai salatu satu sumber pendapatan desa.

Tentunya nanti akan dikemas dengan baik dan dicarikan pasar-pasar baru yang bersentuhan langsung ke konsumen. Sementara saat ini penjualan madu biasanya langsung ke pabrik, namun ada yang dijual langsung ke masyarakat. ”Saya sendiri peternak lebah, saya jual partai besar ke pabrik,” terangnya.

Potensi madu di daerahnya besar. Ada sekitar 40 peternak. Setiap peternak bisa menghasilkan 10 ton per tahun. Meski produksi madu melihat cuaca dan kualitas lebah.

Peternak lebah tidak hanya beroperasi di Kudus saja, melainkan hingga ke luar provinsi. Sebelumnya di Pasuruan, Banyuwangi, Lamongan, dan saat ini dipindah ke Kabupaten Jepara untuk produksi masuk karet. ”Kami pindah ke beberapa daerah, tergantung potensi bunganya,” jelasnya. 

(ks/lis/ris/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia