Minggu, 24 Sep 2017
radarkudus
Hukum & Kriminal

Bekuk Tujuh Pelaku dan Belasan Barang Bukti

Jumat, 25 Aug 2017 14:05 | editor : Ali Mustofa

INTROGASI: Kapolres Rembang AKP Pungky Bhuana Santosa menginterogasi satu dari tujuh tersangka pelaku pencurian sepeda motor yang berhasil dibekuk selama Operasi Sikat Jaran Candi.

INTROGASI: Kapolres Rembang AKP Pungky Bhuana Santosa menginterogasi satu dari tujuh tersangka pelaku pencurian sepeda motor yang berhasil dibekuk selama Operasi Sikat Jaran Candi. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)


KOTA – Polres Rembang merilis hasil Operasi Sikat Jaran Candi 2017. Hasilnya, sebanyak tujuh pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) berhasil dibekuk bersama 15 unit sepeda motor sebagai barang buktinya. Belasan barang bukti, 12 unit diantaranya diamankan di polres setempat. Sementara, tiga lainnya diserahkan di wilayah Tuban.

Kapolres Rembang, AKP Pungky Bhuana Santosa didampingi Kasat Reskrim AKP Ibnu Suka, total tersangka yang diamankan tujuh tersangka. Rincianya satu masih tahanan di Mapolres Rembang. Sedangkan, lainnya sudah dirikirmkan di lembaga pemasyarakatan setempat.

”Untuk tersangka yang belum di tahan di Rutan atas nama Suraji, warga Desa Sidowayah, Rembang,” ungkapnya saat Jumpa Pers kemarin.

Kapolres mengapresiasi kinerja Satreskrim yang telah bekerja keras sejak 27 Juli sampai 15 Agustus ini dengan hasil yang baik. “Semoga operasi kali ini dapat memeberikan menfaat kepada masyarakat Rembang dan Tuban,” katanya.

Semua barang bukti yang diamankan rata-rata berasal di daerah perbatasan seperti Sale. Untuk itu, pihaknya memberikan perhatian khusus di daerah perbatasan, karena pengawasannya yang relatif kurang. Kemudian, alasan lain di daerah perbatas bagi mereka, memudahkan menghilangkan jejak.

“Hal ini dibuktikan dengan sejumlah fakta di lapangan. Pelaku tidak terlalu intens melakukan sasaran di wilayah Rembang Kota. Sementara, alat yang digunakan mencuri kebanyakan menggunakan kunci leter T,” katanya.

Sementara itu, tersangka Suraji mengakui mencuri di teras rumah salah satu relasinya yang kebetulan pemilik rumah sudah di kenal  tersangka. Modus dengan cara mencuri motor milik tamu yang datang di rumah temannya.”Di meja kebetulan ada kunci motor, lalu saya ambil begitu saja. Ternyata saat dicoba dapat dibuka sehingga langsung saya bawa kabur,” ungkapnya.

Dia mengaku, mencuri karena himpitan ekonomi setelah berhenti menjadi sopir sejak setahun lalu. Sementara, uang hasil mencuri sebesar Rp 1.200.000 masing-masing digunakan membeli baju, celaka dan sisanya gunakan jajan.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia