Jumat, 22 Sep 2017
radarkudus
Pendidikan

Ratusan Pelajar Dapat Bimbingan

Kamis, 24 Aug 2017 11:30 | editor : Ali Mustofa

YEL-YEL: Siswa yang tergabung dalam paskibra semangat saat mengikuti bimbingan paham antiradikalisme di aula Balai Desa Rendeng, Kota, baru-baru ini.

YEL-YEL: Siswa yang tergabung dalam paskibra semangat saat mengikuti bimbingan paham antiradikalisme di aula Balai Desa Rendeng, Kota, baru-baru ini. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KOTA – Ratusan pelajar perwakilan SMA/SMK di Kudus mengikuti bimbingan tentang paham antiradikalisme. Dalam bimbingan ini, diperkenalkan juga peham radikal. Tujuannya, supaya anak-anak muda tahu, sehingga bisa melaukan pencegahan sejak dini, agar tak berkembang.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Balai Desa Rendeng, Kota, ini diikuti sekitar 200 siswa, 60 siswa di antaranya pasukan pengibar bendera (paskibra) Kabupaten Kudus 2017. Mereka diberikan materi tentang peningkatan optimalisasi peran masyarakat termasuk pelajar. Tujuannya, deteksi dini dan antisipasi gangguan keamanan atas paham radikal.

Kepala Kesbangpol Eko Hari Jatmiko mengatakan, bersama dengan Unit Kamneg Satintelkom Polres Kudus, siswa diberikan gambaran mengenai paham radikal. Respon peserta sangat bagus, berbagai pertanyaan dilontarkan kepada narasumber sampai mengerti.

”Kegiatan ini salah satu upaya untuk mencegah sejak dini paham radikal di tengah-tengah masyarakat. Khususnya dari kalangan pelajar. Kalau mereka mengenali ciri-ciri radikalisme di lingkungan sekitar, bisa dilaporkan kepada pihak berwajib,” terangnya.

Dia menjelaskan, banyak sekali bentuk-bentuk ancaman terhadap ideologi negara. Di antaranya paham radikalisme dan aksiterorisme. Dijelaskan pula tentang pemahaman pengertian radikalisme dan ciri-cirinya.

Selain itu, pelajar juga diuji tentang Pancasila, Sumpah Pemuda, dan Pembukaan UUD 1945. Siswa mampu menyelesaikan dengan baik. Berarti masih ada harapan generasi penerus bangsa masih tertanam jiwa nasionalisme. ”Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, pelajar dapat membentengi diri dari pengaruh paham radikal,” terangnya.

(ks/san/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia