Rabu, 20 Sep 2017
radarkudus
Sportainment
Pembinaan Usia Dini, Fondasi Sepak Bola di Kudus

Talenta Bermunculan dari Pembibitan di SSB

Rabu, 23 Aug 2017 09:05 | editor : Ali Mustofa

ASAH KETAJAMAN: Para pemain belia SSB Porma saat berlatih finishing.

ASAH KETAJAMAN: Para pemain belia SSB Porma saat berlatih finishing. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

 Belakangan ini para pesepak bola muda Kota Kretek tampil moncer. Setelah Persiku Jr menjuarai Piala Soeratin zona Jateng 2017 dan bakal tampil di putaran nasional, giliran tim U-14 Diklat Putra Kudus mampu memenangi Piala Menpora zona Jateng 2017 sekaligus melaju ke tingkat nasional. Keberhasilan mereka tak lepas dari peran sekolah sepak bola (SSB) tempat awal mereka menimba ilmu sepak bola.

PROYEKSI MASA DEPAN: Pelatih Suyono memberikan evaluasi kepara para pemain usai latihan di Lapangan Jepang Senin (14/8).

PROYEKSI MASA DEPAN: Pelatih Suyono memberikan evaluasi kepara para pemain usai latihan di Lapangan Jepang Senin (14/8). (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

 Di setiap kompetisi sepak bola usia muda tingkat kabupaten yang digelar beberapa tahun belakangan, salah satu tim yang aktif berpartisipasi adalah Sekolah Sepak Bola (SSB) Porma.

SSB yang kian eksis selama 10 tahun belakangan itu saat ini memiliki anak didik sekitar 200 orang. Mulai dari KU (kelompok umur) 7 tahun hingga KU 17 tahun.

Pelatih Kepala SSB Porma Suhadi menyebut, di usia yang paling bawah, mereka dilatih teknik-teknik dasar bermain bola.

”Sebelum usia 13 tahun, anak-anak masih diberi latihan dasar. Setelah usia itu baru diberi materi-materi yang lebih kompleks,” ungkap pria yang kerap disapa Suhadi Bonding itu.

Menjadi pelatih bagi anak didik yang mulai dari nol, tentu saja ada banyak tantangan yang dihadapi. Selain harus telaten, para pelatih yang berjumlah lima orang itu juga mesti ekstrasabar.

”Kadang masih ada yang nangis atau takut terkena bola. Jadi, benar-benar harus sabar dalam memotivasi mereka,” terang ayah dari Rico Fernanda, eks Persiku U-23 yang kini membela Persibas Banyumas.

Mengenai biaya latihan, setiap anak didik hanya diharuskan membayar sebesar Rp 3.000 setiap kali latihan.

Bersama lima pelatih yang ada, SSB itu menggelar latihan di lapangan Porma setiap hari minus Minggu. Para peserta didik berusia 12 tahun ke atas berlatih setiap Senin, Rabu, dan Jumat menggunakan lapangan penuh. Sementara, mereka yang berusia 11 tahun ke bawah, dijadwalkan berlatih pada Selasa, Kamis, dan Sabtu menggunakan setengah lapangan.

Salah satu hal yang menjadi kendala sekarang adalah mulai diterapkannya program full day school atau lima hari sekolah. Dengan model sekolah seperti itu, para peserta SSB yang seluruhnya adalah pelajar tentu tak bisa lagi berlatih di sore hari. Sebab, mereka baru pulang pukul  16.00. Meskipun bisa diganti dengan hari Sabtu dan Minggu, tentu hasilnya akan berbeda dengan latihan setiap tiga kali sepekan.

Tidak hanya dilatih oleh para pelatih SSB asli, mantan pemain Persiku dalam kesempatan tertentu juga diminta melatih para peserta didik SSB ini. Salah satunya adalah Agus Santiko. Mantan pelatih Macan Muria yang kini mengasuh Persiba Bantul, Hidayat juga dalam beberapa kali kesempatan melatih para penggawa belia itu. Selain itu, Bambang Harsoyo hingga Lukas Tumbuan saat melatih Persiku juga sempat memberikan pengarahan bagi anak-anak asuh SSB ini.

SSB ini juga telah mampu mencetak sederet pemain bertalenta. Bukan hanya penghuni skuad Persiku junior, sejumlah pemain senior ketika remaja juga sempat menuntut ilmu di SSB yang dikelola anggota DPRD Kudus Sunarto ini.

Beberapa nama seperti Deni Agus Yulian, Doni Pamungkas, Nico Wahyu, dan Medi Setiawan dulunya termasuk anak didik SSB Porma. Sementara di tim Persiku junior, ada Endico Bahtiar yang juga pemegang ban kapten serta sejumlah pemain lain. 

Sementara itu, jika SSB Porma sempat menjadi “tempat belajar” eks pelatih Persiku Hidayat, maka SSB Djarum saat ini masih ditangani pelatih Persiku Jr Widhoro Heriyanto. Selain itu, Wijiono yang musim ini menjadi asisten Hidayat di skuad senior juga tercatat sebagai pengasuh SSB tertua di Kota Kretek ini.

Sejumlah nama yang menghuni skuad utama Persiku musim ini seperti kapten Sugeng Riyadi, M. Idris, serta M. Ilyas juga tercatat merupakan alumni SSB ini. Selain itu ada nama Ilyas Sayogie yang saat ini berseragam PSIR Rembang. Beberapa nama lain yang juga jebolan SSB ini yakni Rico Fernanda yang pada putaran Liga 2 ini membela Persibas Banyumas, Prahitta Dian mantan kiper utama Persiku senior yang saat ini menjadi pelatih kiper tim junior, dan Murwanto mantan bek kanan Persiku.

SSB yang diketuai Edy Mulyono ini dalam setiap seleksi pemain Diklat Putra Kudus juga rutin menyumbangkan pemain.

”SSB ini didirikan memang untuk mencetak bibit-bibit pemain di tim senior Kudus,” ungkap Wijiono.

Karena dibiayai perusahaan rokok ternama di Kota Kretek, tak ayal pemain pun digratiskan belajar di SSB ini. Termasuk para pelatih menjadi tanggungan dari perusahaan rokok tersebut. Meski demikian, jumlah peserta didik di SSB ini tak lebih banyak dari SSB yang berbayar. Yakni sekitar 100 peserta dari seluruh kelompok umur mulai usia 12 tahun hingga 15 tahun. 

(ks/ful/aji/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia