Senin, 23 Oct 2017
radarkudus
icon featured
Features
Juara I Lomba 3D Wall Magazine

Gunakan Sensor Tepuk untuk Menghidupkan 22 Lampu

Sabtu, 12 Aug 2017 09:00 | editor : Ali Mustofa

KOMPAK: Siswa SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang menunjukkan karyanya yang juara I Lomba 3D Wall Magazine di Gedung Wanita Jepara kemarin.

KOMPAK: Siswa SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang menunjukkan karyanya yang juara I Lomba 3D Wall Magazine di Gedung Wanita Jepara kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

 

Kerja keras siswa SMK Roudlatul Mubtadiin Balekambang berbuah manis. Mereka meraih juara I Lomba 3D Wall Magazine Festival Pelajar 2017 di Gedung Wanita Jepara. Padahal, untuk menghidupkan karyanya hanya dengan tepuk tangan.

NOOR SYAFAATUL UDHMA, Jepara

“PROK.. prok.. prok”. Tepukan itu dari tangan Yogi Hermawan, siswa SMK Roudlatul Mubtadiin Balekambang, Nalumsari. Hal itu dilakukan untuk menghidupkan dan mematikan lampu 3D Wall Magzine yang dibuat bersama teman-temannya.

Tepukan dilakukan berulang-ulang untuk memastikan sensor berfungsi secara otomatis. Sesekali dia memutar frekuensi kepekaan. Gunanya menambah kepekaan terhadap suara.

Sementara temannya, ada yang memasang steroform dan kertas HVS yang sudah digunting, memasang stik es krim untuk dijadikan pagar bangunan. Ada juga yang memotong korek api, memilin benang untuk dijadikan kabel listrik, hingga membikin pop art. Dengan telaten, mereka memasang satu per satu gedung bertingkat yang dipersiapkan sebelumnya.

3D Wall Magzine yang dibuat Yogi bersama tujuh siswa ini bertema Nusantara. Sebab, miniatur berbagai bangunan hadir dalam majalah dinding (madding) versi tiga dimensi ini. Ada gedung bertingkat, puskesmas, rumah sakit, Monas, jembatan Suramadu, hingga patung Ratu Shima. Tak hanya itu, ada kereta api hingga jalan tol yang merepresentasikan kehidupan di Indonesia.

Yogi menjelaskan, mading ini memiliki 22 lampu berwarna merah. Menariknya, untuk menghidupkan atau mematikan lampu menggunakan sensor tepuk. ”Jadi penggunaannya ditepuk. Alat sensor ini akan menangkap tepukan,” katanya sambil mempraktikkan bertepuk-tepuk.

Sensor ini memiliki alat sentral. Pertama, potensi untuk mengatur frekuensi kepekaan tepukan. Kemudian, ada sensor menangkap tepukan dan ada indikator yang berfungsi mengetahui hidup tidaknya sensor.

Alat ini dipasangkan dengan kabel yang tersambung dengan lampu. Untuk menghidupkan, mereka mencolokkan ke stop kontak. ”Setelah ini tertancap. Maka kami bisa melakukan tepukan. Mau kondisi mati atau hidup. Prok,” ucapnya sambil menepuk lalu hiduplah 22 lampu di 3D Wall Magazine yang luasnya 145 x 120 cm.

Dia menjelaskan, ada berbagai komponen dalam sensor tepuk ini. Pertama IC, papan VCD, sensor kondesor, hingga potesio. Dengan alat inilah membuat lampu dapat hidup dan mati hanya dengan tepukan.

Namun, alat ini juga memiliki kelemahan. Kelemahannya, ketika dalam suasana bising, alat ini tidak dapat berfungsi dengan baik. Sensor tidak dapat menangkap dengan jelas. ”Kalau tidak ada suara, sensor dapat menangkap tepukan dengan baik,” paparnya.

Selain itu, 3D ini juga menggunakan barang bekas sebagai bahan dasar. Berkat keuletan, bahan yang semestinya dibuang ini menjadi tampilan yang unik. Tak heran dalam Festival Pelajar Jawa Pos Radar Kudus Biro Jepara kemarin (11/7), SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang menjadi juara I. Alasan terkuat karena keunikan dan kreativitas dalam membuat tampilan yang eye cathing.

Yogi menceritakan, susahnya membuat 3D ini. Karena mendapatkan informasi lima hari sebelum hari H. Yogi dan teman-teman kebut-kebutan. Tepat lima hari, dia mengaku menyelesaikan tantangan ini. Tak hanya membutuhkan waktu singkat, mereka berkarya hingga dini hari.

”Kami kerjakan mulai pukul 07.00 hingga pukul 02.00. Bahkan dua hari kami diizinkan tidak ikut pelajaran untuk menyelesaikan ini,” jelasnya.

Dia mengaku, senang menjadi juara. Dia berharap tahun depan mengikuti lomba Festival Pelajar dengan konsep yang lebih matang. ”Kami harap tahun depan kami dapat mengikuti lomba dengan tema dan tampilan yang unik dan menarik,” paparnya.

(ks/ris/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia