Senin, 25 Sep 2017
radarkudus
Rembang
Dokter Anak yang Kebangkan Kuliner Sehat

Angkat Nama Daerah Melalui Kreasi Donat

Sabtu, 05 Aug 2017 13:50 | editor : Ali Mustofa

KREASI BARU: Dr Mayasari menghidangkan kreasi donat berbahan kentang yang diberi nama Rembang Donken, kreasi ini dilucurkan sejak Bulan Ramadan lalu.

KREASI BARU: Dr Mayasari menghidangkan kreasi donat berbahan kentang yang diberi nama Rembang Donken, kreasi ini dilucurkan sejak Bulan Ramadan lalu. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Dunia kuliner memang tak bisa ditinggalkan bagi kaum ibu. Demikian pula dengan Dr Mayasari Dewi, ditengah kesibukaanya sebagai seorang dokter dan ibu rumah tangga. Dia  juga mengembangkan bakat memasaknya, dengan merintis bisnis kuliner makanan sehat di Tasya Snack Shop di Rembang.

 WISNU AJI, Rembang

PELUANG bisnis kuliner cukup menjanjikan di Kabupaten Rembang. Hal itu pula yang menjadi ketertarikan Dr Mayasari Dewi untuk mendirikan toko roti dengan nama Tasya Snack Shop. Berbagai produk ditawarkan di toko yang berada di Jalan Dr Sutomo, Nomor 5 Rembang. Diantaranya, aneka roti, kue, dan donat. Tak hanya itu,  di Tasya juga melayani pesanan snack, nasi kotak dan tumpeng.

Terbaru selain menciptakan banyak kreasi untuk kue ulang tahun, perempuan yang supel ini, menciptakan donat dengan bahan baku kentang. Kreasi tersbut, dia temukan saat melihat banyak artis-artsi berjualan dengan mengakat nama kotanya. Seperti halnya Jogya  Scrummy  pemiliknya Dude Herlino, kemudian Surabaya Patata milik kakak beradik Oki Setiana Dewi dan Ria Ricis.

Dari situ, membuat produk yang dapat mengangkat nama Rembang, sebagai  alternative oleh-oleh.  Akhirnya mengambil ide Rembang Donken atau Donat Kentang yang saat ini juga dikenalkan di event Rembang Expo.

”Rembang Donken dapat dijumpai di Rembang Expo sampai tanggal 5 Agustus. Setelah event expo pelanggan bisa langsung dating di Toko Tasya Snack Shop,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Soal harga pecinta donat tidak perlu khawatir. Sebab donat dijual dengan sangat ekonomis dan terjangkau sekitar Rp 4.000 ribu per buah. Dengan kelebihan tekstur lebih lembut dan berkembang, serta rasanya lebih gurih.

”Kami miliki varian rasa donat 10 jenis. Jadi ini dapat digunakan sebagai alternative yang tidak suka kue tart dapat digunakan donat,” terangnya.

Dia mengaku animo masyarakat di Rembang cukup bagus. Seperti, saat Rembang Expo per hari lebih dari 400 buah donat  ludes. Jika dikalulasikan omzet yang diterima seharinya dapat mencapai Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta. “Sementara Rembang Donken yang baru diluncurkan bulan puasa lalu, omzetnya mencapai Rp 2.500 buah selama sebulan,” katanya. 

(ks/ali/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia