Senin, 25 Sep 2017
radarkudus
Ekonomi

Petik Buah Belimbing, Jadi Wisata Alternatif

Senin, 31 Jul 2017 12:30 | editor : Ali Mustofa

BARU DIPETIK: Seorang warga memanen belimbing di Kebun Blimbing Mekarsari, Dusun Trembes, Desa Sidorejo, Pulokulon, Grobogan, kemarin.

BARU DIPETIK: Seorang warga memanen belimbing di Kebun Blimbing Mekarsari, Dusun Trembes, Desa Sidorejo, Pulokulon, Grobogan, kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Wisata buah di Kebun Belimbing, Dusun Trembes, Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, bisa menjadi destinasi alternatif di Kabupaten Grobogan. Tempat yang berada di persawahan seluas satu hektare ini, menawarkan wisata petik buah sendiri.

Ada sekitar 450 pohon yang bisa dipetik buahnya. Jenisnya belimbing bangkok merah. Buahnya besar-besar dan rasanya manis. Pohonnya baru berusia dua tahun dengan tinggi dua meter, sudah bisa dipanen. Ratusan pohon belimbing ini, dikelola tiga petani desa setempat. Masing-masing Sudarto, Suhci, dan Sudarto. Mereka merupakan tiga bersaudara.

Amin Rois Abdul Goni, salah satu pengunjung mengatakan, wisata kebun belimbing ini menawarkan konsep berbeda. Pengunjung bisa memetik sendiri dan mengambil buah di pohon. ”Rasanya segar dan manis. Beda dengan belimbing di toko, karena di sini masih fresh, karena langsung petik dari pohon,” katanya.

Menurutnya, kebun belimbing ini harus dikembangkan, agar bisa menjadi agrowisata andalan Kabupaten Grobogan. Meski tempatnya berada di desa pinggiran, namun bisa jadi wisata alternatif. ”Tempatnya asri, nyaman. Cocok untuk wisata keluarga,” ujarnya.

Sudarto, salah satu pengelola dan petani belimbing mengatakan, sebelumnya dia bertani padi dan palawija. Namun hasilnya tidak memuaskan. ”Akhirnya saya belajar menanam belimbing dari Kediri, Jawa Timur. Setelah bisa diterapkan di Grobogan, saya datangkan langsung bibitnya dari sana (Kediri, Red),” kata pria kelahiran 4 April 1981 ini.

Dia kemudian mengajak dua saudaranya untuk mendukung usahanya. Yaitu dengan merubah sawah tadah hujan menjadi kebun belimbing. Setelah ditanam dan sudah berumur dua tahun, hasilnya sudah menggemberikan. Buahnya tumbuh lebat, buahnya besar, dan rasanya manis. ”Perawatannya cukup mudah, dengan menyirami air satu pekan tiga kali. Tidak perlu pestisida,” ujarnya.

Dia mengaku, sekarang setiap pekan bisa panen sampai 3 kuwintal. Belimbing ini juga bisa dipanen setiap hari. Sebab, buahnya tidak tergantung musim. Agar terhindar dari hama lalat, buah belimbing dibungkus dengan plastik transparan. Selain itu, juga dipasang petragrol atau perangkap lalat.

Sudarto menambahkan, kendala wisata kebuh buah ini, masalah jalan. Sebab, untuk menuju lokasi ini harus menempuh jarak 25 kilometer dari Kota Purwodadi dengan jalan yang kurang bagus. Tempat ini dekat dengan Kecamatan Pulokulon. ”Sementara ini, pengunjung masih dari sekitar Kecamatan Pulokulon,” imbuhnya.

(ks/mun/lin/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia