Kamis, 21 Sep 2017
radarkudus
Kudus

Biarkan Kursi Tetap Kosong

Sabtu, 15 Jul 2017 11:36 | editor : Ali Mustofa

ORIENTASI: Para siswa baru mendengarkan pemaparan dari guru soal pengenalan lingkungan sekolah di SMPN 3 Bae kemarin.

ORIENTASI: Para siswa baru mendengarkan pemaparan dari guru soal pengenalan lingkungan sekolah di SMPN 3 Bae kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

 KUDUS – SMP negeri di Kudus mulai mempersiapan masa pengenalan lingkungan sekolah (PLS). Peserta didik baru diberikan pembekalan awal dan pembagian kelompok serta ID card.

Seperti di SMPN 3 Bae Kudus kemarin (21/7). Siswa baru mendapatkan pengarahan terkait PLS. ”Kami undang siswa baru datang ke sekolah sekitar pukul 07.00, kemudian penataan posisi atau barisan upacara serta pembagian kelompok untuk PLS selama tiga hari. Jadi, hari H tidak semrawut dan pembagian tanda pengenal,” terang Ketua PLS SMPN 3 Bae Kiswoyo.

Dia menambahkan, kelompok PLS ini belum penentuan kelas. Masing-masing diisi 30 orang untuk delapan kelompok karena disesuaikan jumlah rombongan belajar (rombel). Sementara itu, penentuan kelas ada pretest mata pelajaran (mapel) matematika dan bahasa Inggris.

”Dari hasil tes tersebut yang menentukan kelas. Pelaksanaannya saat PLS. Kami ada delapan rombel. Masing-masing diisi 30 siswa. Saat PPDB online kami buka daya tampung 256 peserta didik, tapi waktu daftar ulang yang tidak datang ada 14 orang,” terangnya.

Kiswoyo menegaskan, tidak mengisi bangku yang kosong. Pihaknya membiarkan apa adanya. Dia juga bercerita, PPDB terakhir banyak cerita beberapa siswa kebingungan karena salah strategi memilih sekolah.

Berbeda, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo mengatakan, hari pertama masuk sekolah Senin (17/7) akan keliling untuk melihat PLS. ”Kami jamin tidak ada perploncoan. Sekolah sudah diberikan sosialisasi dan peringatan kalau sampai hal tersebut masih dilakukan. Lebih baik, peserta didik baru diberikan materi-materi yang mengandung unsur pendidikan karakter,” tegasnya.

Joko menambahkan, siswa baru diberikan pembekalan dasar tentang program masing-masing sekolah seperti ekstrakulikuler, pengenalan dengan kakak kelasnya, guru dan sebagainya. Paling penting, tidak ada kegiatan fisik atau tugas-tugas yang tidak jelas mempersulit siswa.

(ks/san/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia